antond.net

0 %
Anton Darmawanto
Front-end Developer
Ui/UX Designer
  • Residence:
    Indonesia
  • City:
    Jakarta Selatan
  • Age:
    40
Indonesian
English
Jawa
html
CSS
Js
PHP
WordPress
Proxmox
Laravel
Linux server (ubuntu, debian, fedora)
Alibaba Cloud
  • Proxmox, Vm Ware
  • Stylus, Sass, Less
  • Gulp, Webpack, Grunt
  • GIT knowledge
0

No products in the cart.

Return To Shop

Cara Mengatur Swap di Ubuntu: 5 Langkah Biar Laptop Lama Makin Lancar

06/11/2026

Pernahkah laptop lamamu mendadak macet hanya karena kamu membuka browser dengan beberapa tab sambil menjalankan aplikasi pengolah kata? Kursor bergerak tersendat, jendela tidak merespons, dan satu-satunya jalan keluar adalah menunggu lama atau mematikan paksa. Kemungkinan besar, RAM-mu sudah penuh.

Di sinilah swap berperan. Swap adalah ruang cadangan di hard disk atau SSD yang dipakai sistem sebagai “perpanjangan” RAM saat memori utama sudah penuh. Bayangkan RAM sebagai meja kerja utama yang luasnya terbatas, sedangkan swap adalah meja lipat di sudut ruangan: saat meja utama penuh, sebagian berkas yang sedang tidak dipakai dipindahkan sementara ke sana. Memang lebih lambat, tetapi jauh lebih baik daripada aplikasi ditutup paksa oleh sistem.

Ubuntu modern sebenarnya sudah menyediakan swap bawaan berupa swap file, tetapi ukurannya sering kali terlalu kecil untuk laptop lama dengan RAM 4 GB. Kabar baiknya, kamu bisa mengatur sendiri besar dan perilaku swap itu hanya dengan beberapa perintah terminal. Artikel ini memandumu lewat 5 langkah praktis, dari mengecek swap yang ada sampai menyetel swappiness.

1. Cek Swap yang Sudah Ada di Laptopmu

Sebelum mengubah apa pun, kenali dulu kondisi laptopmu. Buka terminal, lalu jalankan perintah berikut untuk melihat pemakaian memori:

free -h

Perintah free -h menampilkan total RAM, berapa yang terpakai, dan berapa yang masih kosong, plus baris Swap. Kalau kolom total pada baris Swap menunjukkan angka 0, berarti laptopmu belum punya swap sama sekali.

Lalu jalankan:

sudo swapon --show

Perintah ini menampilkan daftar ruang swap yang sedang aktif, lengkap dengan lokasi dan ukurannya. Pada laptop yang baru diinstal Ubuntu, biasanya sudah ada satu entri bernama /swapfile atau /swap.img. Periksa juga sisa ruang kosong di disk:

df -h /

Pastikan masih ada ruang kosong beberapa gigabyte.

2. Membuat Swap File Baru

Sebagai patokan umum, laptop RAM 4 GB bisa memakai swap 4 GB, laptop RAM 2 GB bisa memakai swap 4 GB, dan laptop RAM 8 GB ke atas umumnya cukup dengan swap 2 GB sampai 4 GB. Patokan ini bukan aturan baku, tetapi aman untuk pemakaian sehari-hari.

Swap file adalah berkas biasa yang difungsikan sebagai ruang swap, dan cara ini lebih fleksibel daripada swap partition, yaitu partisi khusus di hard disk. Partisi swap adalah cara lama yang ukurannya sulit diubah, sedangkan swap file bisa dibuat atau dihapus kapan saja.

Untuk contoh dalam artikel ini, kita membuat swap file 4 GB di lokasi /swapfile:

sudo fallocate -l 4G /swapfile

Perintah fallocate membuat berkas kosong 4 GB dengan cepat. Pada sebagian sistem berkas, misalnya Btrfs, fallocate bisa gagal — kalau itu terjadi, gunakan perintah dd sebagai gantinya, meski lebih lambat:

sudo dd if=/dev/zero of=/swapfile bs=1M count=4096 status=progress

Lalu kunci aksesnya supaya hanya root yang bisa membaca dan menulisnya, karena isi swap bisa berisi potongan data aplikasi yang sedang berjalan:

sudo chmod 600 /swapfile

Terakhir, format berkas tersebut sebagai ruang swap dengan perintah:

sudo mkswap /swapfile

Perintah mkswap menyiapkan berkas itu agar dikenali sistem sebagai area swap. Berkasnya sudah siap, tetapi sistem belum memakainya.

3. Mengaktifkan Swap dengan Perintah Swapon

Sekarang aktifkan swap file yang baru dibuat dengan perintah swapon:

sudo swapon /swapfile

Kalau perintah ini berhasil, tidak ada keluaran khusus. Untuk memastikan swap sudah aktif, jalankan lagi perintah pengecekan dari langkah pertama:

sudo swapon --show

free -h

Sekarang seharusnya muncul entri /swapfile berukuran 4 GB, dan baris Swap pada hasil free -h menampilkan total yang baru. Cobalah membuka beberapa aplikasi seperti biasa: laptop yang sebelumnya langsung macet kini punya “ruang napas” tambahan.

Perlu dipahami: aktivasi dengan swapon hanya berlaku sampai laptop dimatikan. Begitu restart, swap file itu masih ada di disk, tetapi sistem tidak otomatis mengaktifkannya lagi. Supaya aktif sendiri setiap kali menyalakan laptop, kita perlu mencatatnya di fstab.

Untuk mematikan swap sementara, misalnya saat mengganti ukurannya, gunakan perintah swapoff:

sudo swapoff /swapfile

4. Membuat Swap Permanen lewat Fstab

Fstab adalah berkas di /etc/fstab yang dibaca sistem setiap kali laptop dinyalakan, berisi daftar penyimpanan yang harus dipasang otomatis, termasuk swap. Satu baris tambahan di berkas ini membuat swap file aktif sendiri setiap kali boot.

Sebelum menyentuh berkas penting ini, buat dulu salinan cadangannya. Ini kebiasaan wajib setiap kali mengedit berkas sistem:

sudo cp /etc/fstab /etc/fstab.bak

Salinan ini penyelamatmu: kalau nanti ada kesalahan ketik, kamu bisa mengembalikan berkas aslinya dari fstab.bak tanpa menginstal ulang.

Selanjutnya, tambahkan baris swap ke fstab:

echo '/swapfile none swap sw 0 0' | sudo tee -a /etc/fstab

Baris itu memberitahu sistem bahwa /swapfile adalah area swap yang harus dipasang otomatis saat boot. Perintah ini memakai tee -a, yang menambahkan baris baru tanpa menghapus isi lama. Jangan pernah menimpa fstab, karena satu baris yang hilang bisa membuat sistem gagal menyala.

Setelah itu, periksa isi fstab:

cat /etc/fstab

Terakhir, uji konfigurasi ini:

sudo swapon -a

Perintah swapon -a membaca fstab dan mengaktifkan semua swap yang tercantum di sana. Kalau tidak ada pesan error, konfigurasi kamu sudah benar. Kalau muncul error, periksa lagi baris yang kamu tambahkan.

5. Mengatur Swappiness Sesuai Kebutuhan

Langkah terakhir adalah menyetel swappiness, yaitu angka yang mengatur seberapa agresif sistem memindahkan data dari RAM ke swap. Nilainya dari 0 sampai 100: nilai 0 berarti sistem sebisa mungkin menghindari swap, nilai 100 berarti sangat agresif. Nilai bawaan Ubuntu adalah 60, yang untuk laptop lama sering kali terlalu agresif.

Untuk melihat nilai swappiness saat ini, jalankan:

cat /proc/sys/vm/swappiness

Untuk laptop lama RAM 4 GB, nilai 10 adalah titik awal yang bagus: sistem mengutamakan RAM dan hanya memakai swap ketika memang diperlukan. Untuk mencobanya tanpa mengubah pengaturan permanen, jalankan:

sudo sysctl vm.swappiness=10

Gunakan laptop seperti biasa selama satu atau dua hari. Kalau terasa lebih responsif, jadikan pengaturan ini permanen dengan menambahkan baris berikut ke /etc/sysctl.conf:

echo 'vm.swappiness=10' | sudo tee -a /etc/sysctl.conf

Lalu terapkan perubahan itu dengan perintah:

sudo sysctl -p

Nilai 10 bukan satu-satunya pilihan yang benar. Sebagian pengguna merasa nyaman dengan nilai 20, terutama pada laptop yang masih memakai hard disk biasa. Kuncinya adalah mencoba satu nilai dan memakai laptop beberapa hari sebelum menilai. Hindari nilai 0, karena sistem bisa kehabisan memori tiba-tiba dan menutup aplikasi tanpa peringatan, dan hindari nilai 100, karena laptop justru makin sering membaca dari disk.

Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Sebelum Selesai

Swap membantu, tetapi bukan sulap. Swap tinggal di hard disk atau SSD, dan keduanya jauh lebih lambat daripada RAM. Kalau kamu membuka puluhan tab browser berat sekaligus, laptop tetap akan terasa lambat, hanya saja tidak langsung macet. Kalau RAM penuh setiap hari, pertimbangkan menambah RAM fisik bila masih memungkinkan.

Selain itu, jangan membuat swap file yang lebih besar dari ruang kosong di diskmu, dan jangan menghapus atau mematikan swap bawaan Ubuntu tanpa alasan yang jelas. Terakhir, simpan salinan cadangan fstab dari langkah 4 dan jangan mengedit berkas sistem lain kalau belum yakin fungsinya.

Kesimpulan

Mengatur swap di Ubuntu ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Lima langkah di atas merangkum semuanya: cek swap yang ada, buat swap file baru, aktifkan dengan swapon, buat permanen lewat fstab, dan atur swappiness sesuai laptopmu. Untuk laptop lama RAM 4 GB, kombinasi swap 4 GB dan swappiness 10 sering kali sudah cukup untuk membuat browsing dan mengetik lebih stabil.

Luangkan waktu sekitar sepuluh menit untuk mengikuti panduan ini, lalu biarkan laptopmu bekerja dengan ruang napas yang lebih lega. Kalau setelah beberapa hari laptop terasa lebih ringan, kamu berhasil memberi laptop lamamu kesempatan kedua tanpa keluar biaya.

Posted in Tips & TrikTags: