antond.net

0 %
Anton Darmawanto
Front-end Developer
Ui/UX Designer
  • Residence:
    Indonesia
  • City:
    Jakarta Selatan
  • Age:
    40
Indonesian
English
Jawa
html
CSS
Js
PHP
WordPress
Proxmox
Laravel
Linux server (ubuntu, debian, fedora)
Alibaba Cloud
  • Proxmox, Vm Ware
  • Stylus, Sass, Less
  • Gulp, Webpack, Grunt
  • GIT knowledge
0

No products in the cart.

Return To Shop

Cara Memasang Google Tag Manager di WordPress: 5 Langkah Lacak Semua Event Tanpa Coding

06/11/2026

Kalau kamu punya website WordPress untuk usaha, mungkin kamu pernah bertanya-tanya: berapa banyak pengunjung yang mengklik tombol WhatsApp di website saya? Berapa orang yang menelepon setelah melihat halaman produk? Google Analytics bisa menjawab berapa orang yang datang, tetapi untuk pertanyaan sedetail itu, kamu butuh alat lain: Google Tag Manager, atau GTM.

GTM adalah alat gratis dari Google yang mengatur semua kode pelacakan di website kamu. Kamu cukup memasang satu kode GTM, lalu semua kode pelacakan lain — Google Analytics, iklan, dan sebagainya — diatur dari dalam GTM, tanpa menyentuh file website lagi.

Lalu apa bedanya dengan Google Analytics? Google Analytics mengumpulkan data dan menampilkan laporan: berapa pengunjung, dari mana mereka berasal, halaman apa yang paling sering dibuka. GTM tidak membuat laporan sama sekali; tugasnya hanya memasang dan mengatur kode pelacakan. Keduanya saling melengkapi: Analytics memberi tahu kamu apa yang terjadi, GTM membuat pelacakan itu bisa dipasang tanpa coding.

Di artikel ini, kamu akan belajar cara memasang Google Tag Manager di WordPress dalam 5 langkah. Yang kamu butuhkan hanya akun Google, akses ke dashboard WordPress, dan sekitar 30 menit waktu luang.

Langkah 1: Buat Akun dan Container GTM

Semua pengaturan GTM berawal dari akun dan container. Container adalah wadah yang menampung semua tag, trigger, dan aturan pelacakan untuk satu website — satu website cukup memakai satu container.

Buka tagmanager.google.com lalu masuk dengan akun Google kamu. Klik Create Account, isi nama akun dengan nama bisnismu, dan pilih negara Indonesia. Lalu buat container: isi nama website kamu dan pilih platform Web.

Klik Create dan setujui ketentuannya. GTM akan menampilkan dua potongan kode dan sebuah Container ID berbentuk GTM-XXXXXXX. Catat ID ini, karena kamu akan membutuhkannya di langkah berikutnya.

Langkah 2: Pasang Kode GTM di WordPress, via Plugin atau Manual

Ada dua cara memasang kode GTM di WordPress: lewat plugin atau secara manual. Untuk pemilik UMKM yang tidak mau berurusan dengan kode, cara plugin adalah pilihan paling aman.

Cara plugin: pakai GTM4WP

Masuk ke dashboard WordPress, buka menu Plugins > Add New, lalu cari GTM4WP (Google Tag Manager for WordPress). Instal dan aktifkan plugin tersebut, lalu buka Settings > Google Tag Manager dan tempel Container ID kamu (GTM-XXXXXXX) di kolom yang tersedia. Pilih opsi Codeless injection, lalu simpan — plugin ini akan memasang kedua potongan kode GTM di tempat yang benar secara otomatis.

Alternatifnya adalah Site Kit by Google, plugin resmi Google. Setelah menghubungkan website kamu ke akun Google lewat Site Kit, hubungkan Tag Manager dari menu pengaturannya dan pilih akun serta container yang sudah dibuat.

Cara manual: pakai plugin WPCode

Kalau kamu lebih suka memasang kodenya sendiri, instal plugin WPCode atau Insert Headers and Footers. Salin potongan kode pertama dari GTM dan tempel di kolom header, lalu salin potongan kode kedua dan tempel di kolom body. Simpan, lalu bersihkan cache website kamu bila memakai plugin cache.

Satu hal yang wajib dihindari: jangan menempel kode GTM langsung ke file tema seperti header.php, karena kode itu akan hilang begitu tema diperbarui. Kalau tetap ingin cara manual tanpa plugin, gunakan child theme.

Langkah 3: Buat Tag Pertama, yaitu Google Analytics 4

Sebelum lanjut, kenali dulu tiga istilah dasar di GTM. Tag adalah potongan kode yang melakukan sesuatu, misalnya mengirim data ke Google Analytics. Trigger adalah aturan yang menentukan kapan tag itu berjalan, misalnya setiap kali halaman dibuka atau tombol diklik. Variable adalah nilai yang dipakai di dalam tag dan trigger, misalnya alamat halaman atau teks tombol.

Sekarang buat tag pertamamu. Di dashboard GTM, buka menu Tags lalu klik New. Klik bagian Tag Configuration dan pilih Google Tag. Di kolom Tag ID, isi Measurement ID Google Analytics 4 kamu — kodenya berbentuk G-XXXXXXXXXX dan bisa ditemukan di GA4 pada menu Admin > Data Streams.

Selanjutnya, klik bagian Triggering dan pilih Initialization – All Pages atau Page View – All Pages, supaya tag ini berjalan di semua halaman. Beri nama yang jelas, misalnya GA4 – Semua Halaman, lalu klik Save.

Langkah 4: Buat Trigger untuk Klik Tombol WhatsApp dan CTA

Tanpa GTM, melacak klik tombol WhatsApp butuh tambahan kode di setiap tombol. Dengan GTM, cukup satu trigger untuk seluruh website.

Pertama, aktifkan variabel klik. Di GTM, buka menu Variables, klik Configure pada bagian Built-In Variables, lalu centang variabel di kelompok Clicks: Click Text, Click URL, dan Click Element. Variabel inilah yang memberitahu GTM tombol apa yang diklik pengunjung.

Kedua, buat triggernya. Buka menu Triggers lalu klik New, pilih jenis Click – Just Links, lalu atur kondisinya: trigger ini aktif saat Click URL contains wa.me. Kebanyakan tombol WhatsApp di WordPress mengarah ke alamat wa.me, jadi aturan ini menangkap semua klik tombol WhatsApp di website kamu. Beri nama triggernya, misalnya Klik – Tombol WhatsApp.

Ketiga, buat tag yang memakai trigger itu. Buat tag baru, pilih Google Analytics: GA4 Event, isi Measurement ID yang sama, lalu isi nama event dengan huruf kecil dan garis bawah, misalnya klik_whatsapp. Pasang trigger Klik – Tombol WhatsApp yang baru saja kamu buat, lalu simpan.

Pola yang sama bisa kamu pakai untuk event lain. Untuk klik nomor telepon, buat trigger dengan kondisi Click URL contains tel: dan event bernama klik_telepon. Untuk tombol Beli Sekarang, pakai kondisi Click Text contains Beli. Untuk form pemesanan, gunakan trigger Form Submission yang aktif saat form di halaman kontak terkirim. Mulailah dari satu atau dua event yang paling penting untuk bisnismu, lalu tambah perlahan.

Langkah 5: Uji dengan Preview Mode, lalu Publish Container

Jangan pernah menerbitkan container GTM tanpa mengujinya dulu. Klik tombol Preview di kanan atas dashboard GTM, lalu masukkan alamat website kamu. GTM akan membuka website kamu di tab baru bersama panel Tag Assistant.

Di tab website itu, coba klik tombol WhatsApp kamu. Lalu lihat panel Tag Assistant: kalau tag klik_whatsapp muncul di daftar Tags Fired, berarti pelacakanmu sudah berjalan. Kalau tag itu ada di daftar Tags Not Fired, berarti triggernya belum cocok — periksa lagi kondisi triggernya, pastikan variabel klik sudah diaktifkan, dan bersihkan cache sebelum menguji ulang.

Kalau semuanya sudah menyala dengan benar, kembali ke dashboard GTM dan klik Submit, lalu Publish. Beri nama versi yang jelas, misalnya v1 – GA4 dan klik WhatsApp. Setelah dipublikasikan, buka GA4, masuk ke Reports > Realtime, lalu klik tombol WhatsApp di website kamu sekali lagi — event klik_whatsapp akan muncul di laporan realtime dalam beberapa menit.

Kesimpulan

Google Tag Manager membuat pelacakan website WordPress jauh lebih mudah. Kamu tidak perlu menyentuh kode atau meminta bantuan programmer setiap kali ingin melacak sesuatu yang baru. Lima langkah di atas — membuat akun dan container, memasang kode lewat plugin, membuat tag Google Analytics 4, membuat trigger klik tombol, lalu menguji dan menerbitkan — sudah cukup untuk mengubah website kamu dari sekadar brosur online menjadi alat ukur yang berguna.

Untuk UMKM, mulailah dari yang paling berdampak: lacak klik tombol WhatsApp dan klik nomor telepon. Dari data itu, kamu bisa tahu halaman mana yang paling sering menghasilkan chat dan kanal mana yang benar-benar mendatangkan calon pembeli. Setelah satu event berjalan baik, tambah event berikutnya — form pemesanan, tombol produk, atau unduhan katalog — satu per satu, sambil terus diuji dengan Preview mode.

Posted in Tips & TrikTags: