Cara Mengatur Permalink WordPress agar SEO Friendly: 5 Langkah Mudah
Pernahkah Anda membagikan tautan artikel dari website sendiri, lalu sadar alamatnya terlihat seperti deretan angka yang tidak bermakna? Pengunjung yang melihat tautan itu tentu bingung, begitu juga mesin pencari yang mencoba memahami isi halaman Anda.
Di sinilah permalink berperan. Permalink adalah alamat tetap untuk setiap artikel, halaman, atau produk di website WordPress Anda. Alamat inilah yang muncul di bilah alamat peramban, hasil pencarian Google, dan pesan WhatsApp ketika seseorang membagikan konten Anda. Permalink yang baik membantu pengunjung menebak isi halaman sebelum mengklik, membantu Google memahami topik halaman, dan membuat tautan Anda terlihat lebih profesional.
Kabar baiknya, mengatur permalink tidak memerlukan keahlian teknis. Anda hanya perlu mengubah satu pengaturan utama, lalu membiasakan diri merapikan alamat setiap artikel sebelum diterbitkan. Artikel ini memandu Anda langkah demi langkah, dengan contoh untuk pemilik website UMKM.
Langkah 1: Kenali Permalink Anda dan Tinggalkan Struktur Bawaan yang Berisi Angka
Saat pertama kali dipasang, WordPress memakai struktur bawaan yang disebut Plain, contohnya websiteanda.com/?p=123. Angka di belakang tanda tanya itu hanyalah nomor identitas artikel di dalam basis data. Ia tidak memberi petunjuk apa pun tentang isi artikel, sehingga pengunjung tidak bisa menebak apa yang akan mereka baca.
Bayangkan Anda pemilik toko kerajinan di Yogyakarta. Artikel “Cara Merawat Tas Rotan agar Awet” jauh lebih meyakinkan jika alamatnya websiteanda.com/cara-merawat-tas-rotan/ daripada websiteanda.com/?p=123. Alamat pertama langsung menjelaskan isi artikel dan terlihat rapi saat dibagikan di media sosial. Alamat kedua sulit diingat dan tidak membantu promosi sama sekali.
Karena itu, periksa dulu struktur yang sedang dipakai di dasbor WordPress. Jika yang aktif masih Plain, inilah saatnya mengubahnya pada langkah berikutnya. Untuk website yang sudah lama berjalan, cara mengamankannya ada di langkah kelima nanti.
Langkah 2: Pilih Struktur Post Name di Menu Settings > Permalinks
Langkah kedua adalah mengatur pola alamat untuk seluruh website Anda. Setelah masuk ke dasbor WordPress, klik menu Settings, lalu pilih Permalinks. Di bagian Common Settings, pilih opsi Post name, lalu klik tombol Save Changes di bagian bawah halaman.
Dengan Post name, WordPress membuat alamat artikel berdasarkan judulnya. Artikel “5 Ide Kemasan Produk UMKM yang Menarik Pembeli” misalnya, otomatis mendapat alamat seperti websiteanda.com/5-ide-kemasan-produk-umkm/. Pola ini paling banyak dianjurkan karena pendek, bersih, dan langsung mengandung kata-kata dari judul artikel.
Hindari pola bertanggal, seperti Day and name, untuk artikel abadi seperti panduan dan tips. Tanggal di dalam alamat bisa membuat artikel terasa usang meski isinya masih relevan. Pola kategori juga sebaiknya dihindari website kecil, karena alamat ikut berubah setiap kali Anda memindahkan artikel ke kategori lain.
Setelah menekan Save Changes, buka satu artikel dan satu halaman di website Anda. Pastikan keduanya terbuka normal dan alamatnya kini memakai nama, bukan angka. Jika ada halaman yang menampilkan galat, kembali ke halaman Permalinks dan tekan Save Changes sekali lagi untuk menyegarkan aturan penulisan ulang alamat di WordPress.
Langkah 3: Edit Slug Setiap Artikel Sebelum Diterbitkan
Pengaturan Post name hanya menentukan pola umumnya. Untuk setiap artikel, Anda tetap sebaiknya menyesuaikan bagian akhir alamatnya, yang disebut slug. Slug adalah potongan teks setelah nama domain, misalnya cara-merawat-tas-rotan pada alamat websiteanda.com/cara-merawat-tas-rotan/.
Di editor WordPress, slug bisa diubah dari panel di sisi kanan. WordPress biasanya membuat slug otomatis dari judul artikel; klik bagian URL atau Permalink pada panel tersebut, lalu sunting teksnya. Setelah itu, perbarui atau terbitkan artikel seperti biasa agar perubahan tersimpan.
Biasakan memeriksa slug sebelum menekan tombol Publish, bukan sesudahnya. Begitu artikel terbit dan mulai dibagikan, mengganti slug berarti mengubah alamatnya dan tautan lama bisa rusak. Untuk halaman layanan atau produk unggulan, luangkan waktu lebih lama, karena halaman inilah yang paling sering dibagikan.
Sebagai contoh, judul promosi toko kopi “Promo Akhir Pekan: Diskon 20 Persen untuk Semua Varian Kopi Susu di Kedai Kami” terlalu panjang untuk dijadikan alamat. Ubahlah slugnya menjadi promo-kopi-susu-diskon/. Alamat yang ringkas tetap menjelaskan isi promosi, tetapi jauh lebih mudah disalin dan diingat pelanggan.
Langkah 4: Buat Slug yang Pendek, Jelas, dan Mengandung Kata Kunci
Slug yang baik mengikuti tiga patokan: pendek, jelas, dan mengandung kata kunci utama artikel. Usahakan slug terdiri dari tiga sampai lima kata saja, ditulis dengan huruf kecil dan dipisahkan oleh tanda hubung, bukan garis bawah atau spasi. Mesin pencari membaca tanda hubung sebagai pemisah kata.
Buang kata-kata pengisi yang tidak menambah makna, seperti “yang”, “dan”, atau “untuk” jika tidak diperlukan. Judul “Cara Membuat Website Toko Online untuk Pemula yang Baru Memulai Usaha” bisa dipangkas slugnya menjadi cara-membuat-website-toko-online/. Kata kunci utamanya tetap ada, tetapi alamatnya jauh lebih ringkas. Sebaliknya, slug yang memuat seluruh judul kata demi kata terlihat bertele-tele dan membuat pengunjung malas membagikannya.
Selalu sisipkan kata kunci yang paling mungkin diketik calon pelanggan di Google. Untuk panduan perawatan sepatu kulit, kata kunci “merawat sepatu kulit” jauh lebih berguna di dalam slug daripada sekadar “tips-sepatu/”. Namun, jangan menjejalkan kata kunci secara berlebihan: slug seperti jual-sepatu-kulit-murah-sepatu-kulit-asli/ justru terlihat seperti spam. Satu frasa kata kunci yang alami sudah cukup.
Terakhir, hindari karakter aneh, huruf besar, dan angka tahun yang tidak perlu. Huruf besar bisa bermasalah pada server yang membedakan huruf besar dan kecil, sementara angka tahun membuat artikel terasa kedaluwarsa. Untuk membedakan dua artikel yang mirip, tambahkan satu kata pembeda yang bermakna, misalnya cara-merawat-tas-rotan/ dan cara-merawat-tas-kulit/, bukan angka acak.
Langkah 5: Amankan Tautan Lama dengan Redirect, Lalu Periksa Hasilnya
Langkah terakhir ini paling penting jika website Anda sudah berjalan lama. Mengubah struktur permalink atau mengganti slug artikel yang sudah terbit berarti alamat lamanya tidak lagi berlaku. Pengunjung yang mengklik tautan lama dari Google atau media sosial akan mendarat di halaman galat 404, dan nilai peringkat alamat lama bisa hilang.
Solusinya adalah pengalihan permanen, yang dikenal dengan istilah redirect 301. Redirect 301 memberi tahu peramban dan mesin pencari bahwa sebuah alamat sudah pindah secara permanen, sehingga pengunjung otomatis diteruskan ke alamat baru. Anda bisa memasangnya memakai plugin gratis bernama Redirection dari direktori plugin WordPress. Setelah plugin aktif, buka menu Tools, lalu Redirection, dan tambahkan pasangan alamat lama dan alamat baru satu per satu untuk setiap artikel yang alamatnya berubah.
Jika Anda mengganti struktur secara global dari Plain ke Post name, Anda mungkin perlu banyak redirect sekaligus. Lakukan perubahan secara bertahap sambil memantau hasilnya, atau mintalah bantuan pengembang website Anda. Sebelum mengubah apa pun pada website yang sudah ramai, buatlah cadangan lengkap terlebih dahulu.
Setelah semua redirect terpasang, periksa hasil kerja Anda. Buka beberapa alamat lama di peramban dan pastikan semuanya mengarah ke artikel yang benar, bukan ke halaman galat. Periksa juga tautan internal di dalam artikel Anda, dan perbarui tautan yang masih mengarah ke alamat lama. Terakhir, pantau Google Search Console selama beberapa minggu untuk memastikan tidak ada lonjakan galat 404.
Kesimpulan
Permalink yang SEO friendly bukanlah trik rumit, melainkan kebiasaan dasar pengelolaan website yang baik. Mulailah dengan meninggalkan struktur bawaan berisi angka, pilih pola Post name di menu Settings dan Permalinks, rapikan slug setiap artikel sebelum diterbitkan, buat slug yang pendek dan mengandung kata kunci, dan amankan setiap perubahan alamat lama dengan redirect 301. Setelah itu, periksa hasilnya lewat peramban maupun Google Search Console.
Bagi pemilik website UMKM, manfaatnya langsung terasa: tautan terlihat lebih meyakinkan dan pelanggan lebih mudah mengingat alamat promosi Anda. Anda tidak perlu mengubah semuanya dalam satu hari. Mulailah dari pengaturan Post name hari ini, rapikan slug pada artikel berikutnya, dan bereskan redirect artikel lama secara bertahap. Dengan langkah kecil yang konsisten ini, fondasi SEO website Anda akan semakin kuat.