antond.net

0 %
Anton Darmawanto
Front-end Developer
Ui/UX Designer
  • Residence:
    Indonesia
  • City:
    Jakarta Selatan
  • Age:
    40
Indonesian
English
Jawa
html
CSS
Js
PHP
WordPress
Proxmox
Laravel
Linux server (ubuntu, debian, fedora)
Alibaba Cloud
  • Proxmox, Vm Ware
  • Stylus, Sass, Less
  • Gulp, Webpack, Grunt
  • GIT knowledge
0

No products in the cart.

Return To Shop

Cara Mengatur Mode Hemat Baterai di Windows 11: 6 Pengaturan Biar Laptop Tahan Seharian

26/10/2026

Pernahkah laptop Anda mati di tengah pekerjaan penting, padahal charger tertinggal di rumah atau di toko? Bagi pemilik usaha kecil, momen seperti ini bukan sekadar menjengkelkan. Pesanan bisa tertunda, laporan keuangan belum tersimpan, dan pelanggan yang sedang dilayani harus menunggu. Padahal, sering kali penyebabnya bukan baterai yang rusak, melainkan pengaturan Windows 11 yang belum dioptimalkan untuk menghemat daya.

Kabar baiknya, Windows 11 sudah dibekali berbagai pengaturan hemat baterai yang bisa diaktifkan sendiri. Dengan beberapa penyesuaian sederhana, laptop yang tadinya hanya bertahan tiga jam bisa menemani Anda bekerja jauh lebih lama. Artikel ini membahas enam pengaturan yang paling berpengaruh, lengkap dengan langkah-langkahnya dan contoh penerapannya untuk pelaku UMKM.

1. Aktifkan Energy Saver dan Atur Ambang Otomatisnya

Energy Saver adalah nama baru untuk fitur Battery Saver di Windows 11 versi terbaru. Saat aktif, fitur ini membatasi aktivitas aplikasi di latar belakang, meredupkan layar, dan menunda sinkronisasi yang tidak mendesak. Hasilnya, daya baterai bisa bertahan lebih lama ketika Anda benar-benar membutuhkannya.

Untuk mengaktifkannya, buka Settings > System > Power & battery, lalu perluas bagian Energy saver. Anda bisa menyalakannya langsung dengan opsi Always use energy saver, atau mengaturnya agar menyala otomatis saat baterai menyentuh persentase tertentu. Jangan menunggu sampai baterai tersisa 10 persen; atur di angka 30 persen agar laptop punya cadangan daya yang cukup untuk menyelesaikan pekerjaan.

Ada pula jalan pintas yang lebih cepat. Klik ikon baterai di pojok kanan taskbar untuk membuka Quick Settings, lalu aktifkan Energy Saver dari sana. Cara ini sangat berguna ketika Anda sedang di luar, misalnya pemilik warung kelontong yang berkeliling mengecek stok di gudang sambil membawa laptop untuk mencatat persediaan.

2. Pilih Mode Daya Best Power Efficiency untuk Kerja Sehari-hari

Di halaman yang sama, Anda akan menemukan pengaturan Power mode. Windows 11 biasanya menawarkan tiga pilihan: Best power efficiency, Balanced, dan Best performance. Untuk pekerjaan sehari-hari seperti mengetik dokumen, mengelola spreadsheet, membuka toko online, atau membalas pesan pelanggan, pilih Best power efficiency.

Mode ini bekerja dengan menahan kinerja prosesor pada level yang cukup, sekaligus membatasi aktivitas latar belakang yang boros daya. Sebaliknya, mode Best performance sebaiknya hanya dipakai saat laptop terhubung ke charger atau ketika Anda mengerjakan tugas berat seperti mengedit video.

Contohnya, pemilik usaha konveksi rumahan yang seharian mengolah pesanan lewat spreadsheet dan aplikasi kasir tidak membutuhkan tenaga penuh prosesor sepanjang waktu. Dengan mode hemat, laptopnya bisa tetap menyala dari pagi saat menerima pesanan hingga sore ketika merekap penjualan, tanpa harus berebut colokan listrik dengan mesin jahit dan setrika uap.

3. Turunkan Kecerahan Layar dan Refresh Rate

Layar adalah komponen laptop yang paling banyak menyedot daya. Karena itu, menurunkan kecerahan layar adalah langkah penghematan paling cepat dan paling terasa. Atur kecerahan di kisaran 40 sampai 60 persen saat bekerja di dalam ruangan. Mata Anda tetap nyaman membaca, tetapi baterai berkurang jauh lebih lambat dibandingkan saat layar menyala penuh.

Aktifkan juga kecerahan adaptif bila laptop Anda mendukungnya, supaya layar menyesuaikan diri dengan cahaya ruangan secara otomatis. Lalu, bila laptop Anda memiliki layar 120 Hz, pertimbangkan untuk menurunkannya ke 60 Hz saat bekerja dengan dokumen. Caranya, buka Settings > System > Display > Advanced display, kemudian pilih 60 Hz pada pilihan refresh rate.

Untuk layar OLED, tambahkan satu langkah lagi: aktifkan Dark Mode lewat Settings > Personalization > Colors. Pada layar OLED, piksel hitam nyaris tidak mengonsumsi daya, sehingga mode gelap benar-benar membantu menghemat baterai, bukan sekadar mengubah tampilan.

4. Atur Layar Mati dan Tidur Otomatis Lebih Cepat

Banyak laptop membiarkan layarnya menyala belasan menit setelah ditinggal, padahal tidak ada yang menggunakannya. Setiap menit seperti itu adalah daya yang terbuang percuma. Atur layar agar mati setelah dua sampai tiga menit saat menggunakan baterai, dan biarkan laptop masuk mode tidur setelah sekitar lima menit tidak dipakai.

Pengaturannya ada di Settings > System > Power & battery, pada bagian Screen, sleep, & hibernate timeouts. Buatlah waktu saat memakai baterai sesingkat mungkin; saat terhubung ke charger, Anda boleh memberi waktu lebih longgar.

Kebiasaan ini sangat membantu pelaku usaha yang pekerjaannya berpindah-pindah. Misalnya, pemilik kedai kopi yang bolak-balik antara dapur dan meja kasir sering meninggalkan laptop menyala di meja. Dengan layar yang cepat mati, baterai tidak terkuras selama ia meracik pesanan, dan laptop langsung siap dipakai lagi begitu ia kembali ke meja kasir.

5. Bersihkan Aplikasi Startup dan Pantau Aplikasi Paling Boros

Sebagian aplikasi langsung berjalan sendiri setiap kali laptop dinyalakan, meskipun jarang Anda pakai. Aplikasi-aplikasi ini diam-diam mengonsumsi daya dan memperlambat laptop. Untuk membereskannya, buka Settings > Apps > Startup, lalu matikan aplikasi yang tidak perlu langsung aktif saat startup, seperti aplikasi hiburan atau perangkat lunak bawaan yang tidak pernah Anda buka.

Langkah berikutnya adalah memeriksa siapa biang keroknya. Di halaman Power & battery, klik Battery usage untuk melihat grafik pemakaian baterai dan daftar aplikasi yang paling banyak menghabiskan daya. Bila ada aplikasi yang jarang dipakai tetapi boros, batasi izin berjalan di latar belakangnya atau tutup sepenuhnya saat tidak dipakai.

Contoh nyata: sebuah toko florist online mungkin memasang banyak aplikasi, mulai dari editor foto, aplikasi chat, hingga perangkat lunak desain. Jika semuanya berjalan bersamaan di latar belakang, baterai cepat habis sebelum pesanan hari itu selesai dirangkum. Membersihkan startup dan menutup aplikasi yang tidak dipakai bisa menjadi selisih antara laptop yang mati di tengah jalan dan laptop yang bertahan sampai toko tutup.

6. Cek Kesehatan Baterai dan Jaga Pola Pengisian Daya

Semua pengaturan hemat tidak akan banyak membantu bila kondisi baterai itu sendiri sudah menurun drastis. Untungnya, Windows 11 menyediakan laporan kesehatan baterai bawaan yang bisa Anda buat sendiri. Klik kanan tombol Start, pilih Terminal, lalu ketik powercfg /batteryreport dan tekan Enter. Windows akan menyimpan berkas battery-report.html di folder pengguna Anda.

Buka berkas tersebut dengan peramban, lalu perhatikan dua angka di bagian Installed batteries: Design Capacity dan Full Charge Capacity. Design Capacity adalah kapasitas baterai saat masih baru, sedangkan Full Charge Capacity adalah kapasitas yang masih bisa diisi saat ini. Bagi angka kedua dengan angka pertama, lalu kalikan seratus untuk mendapatkan persentase kesehatannya. Bila hasilnya masih di atas 80 persen, baterai Anda masih layak untuk pemakaian harian. Bila sudah jauh di bawah itu, saatnya mempertimbangkan penggantian baterai ke teknisi tepercaya.

Selain itu, jaga pola pengisian daya agar baterai tidak cepat aus. Usahakan tidak membiarkan baterai terlalu sering kosong total atau terus-menerus terisi penuh dalam suhu panas. Mengisi daya pada kisaran 20 sampai 80 persen untuk pemakaian harian, serta menghindari meletakkan laptop di tempat panas seperti dasbor mobil, dapat memperlambat penurunan kapasitas. Terakhir, matikan Wi-Fi dan Bluetooth saat tidak dipakai, karena keduanya terus mencari sinyal dan menguras daya secara diam-diam.

Kesimpulan

Membuat laptop Windows 11 tahan seharian tidak membutuhkan perangkat baru atau biaya tambahan. Kuncinya ada pada enam kebiasaan di atas: mengaktifkan Energy Saver lebih awal, memilih mode daya paling efisien, meredupkan layar, mempercepat waktu tidur otomatis, membersihkan aplikasi latar belakang, dan rutin memeriksa kesehatan baterai.

Anda tidak harus menerapkan semuanya sekaligus. Mulailah dari dua langkah yang paling mudah, yaitu mengaktifkan Energy Saver dan menurunkan kecerahan layar, lalu rasakan perbedaannya pada hari kerja berikutnya. Dengan laptop yang lebih awet baterainya, pekerjaan usaha Anda tidak lagi terhenti hanya karena kehabisan daya di saat yang salah.

Posted in Tips & TrikTags: