antond.net

0 %
Anton Darmawanto
Front-end Developer
Ui/UX Designer
  • Residence:
    Indonesia
  • City:
    Jakarta Selatan
  • Age:
    40
Indonesian
English
Jawa
html
CSS
Js
PHP
WordPress
Proxmox
Laravel
Linux server (ubuntu, debian, fedora)
Alibaba Cloud
  • Proxmox, Vm Ware
  • Stylus, Sass, Less
  • Gulp, Webpack, Grunt
  • GIT knowledge
0

No products in the cart.

Return To Shop

6 Perintah Update Ubuntu yang Wajib Diketahui Pemula

19/10/2026

Salah satu kebiasaan terpenting pengguna Linux adalah rajin mengupdate sistem. Update bukan cuma soal dapat fitur baru — yang lebih penting adalah tambalan keamanan. Celah keamanan yang tidak ditambal bisa dimanfaatkan peretas untuk masuk ke komputermu.

Kabar baiknya, update Ubuntu itu mudah dan hampir semuanya bisa dilakukan lewat terminal dengan perintah singkat. Artikel ini membahas 6 perintah update Ubuntu yang wajib diketahui pemula, dari update rutin sampai upgrade ke versi Ubuntu yang lebih baru.

Sebelum mulai, buka terminal dengan menekan Ctrl + Alt + T. Semua perintah di bawah membutuhkan hak akses administrator, jadi kamu akan diminta memasukkan password setiap memakai sudo.

1. sudo apt update: Mengecek Daftar Paket Terbaru

Perintah pertama yang harus dijalankan sebelum update apa pun:


sudo apt update

Perintah ini tidak menginstall apa pun. Fungsinya hanya menghubungi server repositori Ubuntu dan mengunduh daftar versi terbaru dari semua paket yang terinstall di sistemmu. Ibaratnya, Ubuntu bertanya ke server: "ada versi baru nggak buat aplikasi-aplikasiku?"

Setelah perintah selesai, terminal akan menampilkan ringkasan seperti "12 packages can be upgraded" — artinya ada 12 paket yang punya versi lebih baru dan siap diupdate. Kalau tertulis "All packages are up to date", berarti sistemmu sudah yang terbaru.

Jalankan perintah ini setiap kali sebelum melakukan upgrade. Melewatinya berarti kamu mengupgrade berdasarkan daftar lama yang mungkin sudah kedaluwarsa.

2. sudo apt upgrade: Menginstall Update yang Tersedia

Setelah daftar diperbarui, install updatenya dengan:


sudo apt upgrade

Ubuntu akan menampilkan daftar paket yang akan diupgrade beserta total ukuran downloadnya, lalu bertanya "Do you want to continue? [Y/n]". Ketik Y lalu Enter untuk lanjut.

Perintah ini mengupgrade semua paket ke versi terbaru tanpa menghapus paket apa pun yang sudah ada. Aman untuk dijalankan rutin — inilah perintah update harian yang paling sering dipakai pengguna Ubuntu.

Tips hemat waktu: gabungkan dua perintah pertama menjadi satu baris agar tidak perlu menunggu dua kali:


sudo apt update && sudo apt upgrade -y

Tanda && artinya "jalankan perintah kedua hanya jika yang pertama berhasil", sedangkan -y menjawab "Yes" otomatis untuk semua konfirmasi.

3. sudo apt full-upgrade: Upgrade Menyeluruh Termasuk Kernel

Kadang apt upgrade menahan (*hold*) beberapa paket karena membutuhkan perubahan dependensi — misalnya update kernel atau library penting. Untuk kasus ini, gunakan:


sudo apt full-upgrade

Perintah ini melakukan upgrade yang lebih menyeluruh: boleh menginstall paket baru dan menghapus paket lama yang sudah tidak dibutuhkan demi menyelesaikan dependensi. Inilah alasan namanya "full".

Untuk pemakaian sehari-hari, apt upgrade biasanya cukup. Jalankan full-upgrade seminggu atau sebulan sekali, terutama setelah ada notifikasi update keamanan penting. Setelah full-upgrade yang menyentuh kernel, restart komputer agar kernel baru aktif.

4. sudo apt autoremove: Membersihkan Paket Tak Terpakai

Setiap kali aplikasi diinstall atau diupgrade, kadang ada paket dependensi yang tertinggal dan tidak lagi dibutuhkan aplikasi mana pun. Bersihkan dengan:


sudo apt autoremove

Perintah ini menghapus paket-paket yatim tersebut dan bisa membebaskan ratusan megabyte ruang disk. Aman dijalankan karena Ubuntu hanya menghapus paket yang benar-benar tidak dipakai oleh aplikasi mana pun.

Jadikan kebiasaan menjalankan autoremove setelah sesi update besar. Ruang disk yang lega membuat sistem lebih nyaman dipakai, terutama di laptop dengan SSD kecil.

5. sudo apt clean: Menghapus Cache Download

Setiap paket yang didownload saat update disimpan sebagai arsip di cache. Lama-lama cache ini bisa membengkak sampai bergiga-giga. Bersihkan dengan:


sudo apt clean

Perintah ini menghapus semua file paket yang sudah didownload dari cache. Tidak ada risiko: kalau suatu saat paket dibutuhkan lagi, Ubuntu akan mendownload ulang dari server.

Kombinasi autoremove + clean setelah update adalah "bersih-bersih" standar yang membuat Ubuntu tetap ramping. Praktis untuk laptop lama dengan penyimpanan terbatas.

6. sudo do-release-upgrade: Naik ke Versi Ubuntu Terbaru

Lima perintah di atas mengupdate paket di versi Ubuntu yang sama. Kalau kamu ingin naik ke versi Ubuntu yang lebih baru (misalnya dari 24.04 ke 26.04), perintahnya berbeda:


sudo do-release-upgrade

Sebelum menjalankan, pastikan dulu sistem sudah fully updated (jalankan perintah 1–3) dan backup data pentingmu. Upgrade versi adalah proses besar yang mendownload ratusan paket dan bisa memakan waktu 30 menit sampai beberapa jam tergantung kecepatan internet.

Selama proses, Ubuntu akan bertanya beberapa kali — baca dengan teliti sebelum menjawab Y. Setelah selesai, restart komputer dan cek versinya dengan lsb_release -a.

Catatan penting: perintah ini hanya menawarkan upgrade saat versi baru sudah tersedia untuk jalur updatemu. Pengguna LTS secara default hanya ditawari upgrade ke LTS berikutnya. Kalau ingin mencoba versi interim, ubah dulu pengaturan di Software & Updates > Updates > Notify me of a new Ubuntu version.

Jangan Tertukar: Perbedaan apt update vs apt upgrade

Pemula sering mengira apt update berarti "mengupdate sistem". Padahal belum. Analoginya seperti ini: apt update itu seperti mengecek katalog — kamu hanya melihat daftar barang baru di etalase, belum membeli apa pun. Sedangkan apt upgrade itu membeli dan membawa pulang barangnya, alias menginstall update yang tersedia.

Urutan yang benar selalu: update dulu, baru upgrade. Menjalankan upgrade tanpa update terlebih dahulu berarti kamu menginstall berdasarkan katalog lama — bisa jadi ada update keamanan penting yang terlewat. Inilah kenapa perintah gabungan sudo apt update && sudo apt upgrade -y sangat populer: sekali ketik, urutannya pasti benar.

Aktifkan Update Keamanan Otomatis

Ubuntu punya fitur unattended upgrades yang otomatis menginstall update keamanan tanpa perlu kamu ketik perintah apa pun. Di Ubuntu Desktop, fitur ini biasanya sudah aktif secara default. Kamu bisa memeriksanya lewat aplikasi Software & Updates, tab Updates: pastikan opsi "When there are security updates" diset ke Download and install automatically.

Untuk Ubuntu Server, install paketnya manual:


sudo apt install unattended-upgrades
sudo dpkg-reconfigure -plow unattended-upgrades

Pilih Yes saat ditanya. Mulai saat itu, tambalan keamanan kritis akan terpasang sendiri di latar belakang. Kamu tetap perlu menjalankan upgrade manual sesekali untuk update non-keamanan, tapi celah paling berbahaya sudah tertutup otomatis.

Alternatif Tanpa Terminal: Software Updater

Tidak suka terminal? Ubuntu menyediakan aplikasi grafis Software Updater. Saat ada update tersedia, notifikasi akan muncul otomatis — klik saja, masukkan password, dan tunggu sampai selesai.

Cara ini melakukan hal yang sama dengan perintah 1 dan 2. Tapi untuk perintah 3–6, terminal tetap lebih lengkap. Tidak ada salahnya membiasakan diri dengan terminal sedikit demi sedikit.

Kesimpulan

Enam perintah di atas adalah fondasi perawatan Ubuntu: update untuk mengecek, upgrade untuk menginstall, full-upgrade untuk upgrade menyeluruh, autoremove dan clean untuk bersih-bersih, serta do-release-upgrade untuk naik versi.

Jadwalkan update rutin seminggu sekali — cukup jalankan sudo apt update && sudo apt upgrade -y, dan sistemmu akan selalu aman dari celah keamanan terbaru. Kebiasaan kecil ini membedakan pengguna Linux yang sistemnya awet bertahun-tahun dengan yang sering bermasalah.

Posted in Tips & TrikTags: