Cara Mengompres dan Mengekstrak File di Linux: 5 Perintah zip dan tar untuk Pemula
Pernahkah Anda menerima file berekstensi .zip atau .tar.gz di Linux, lalu bingung cara membukanya? Atau sebaliknya, Anda punya banyak file yang ingin dikirim sekaligus, tetapi mengunggahnya satu per satu terasa merepotkan? Mengompres file adalah jawabannya. Dengan mengompres, beberapa file bisa digabung menjadi satu paket yang ukurannya lebih kecil, sehingga lebih mudah dikirim lewat email, diunggah ke server, atau disimpan sebagai cadangan.
Di Linux, pekerjaan ini dilakukan lewat terminal dengan beberapa perintah sederhana. Anda tidak perlu memasang aplikasi tambahan yang rumit, karena sebagian besar perintah ini sudah tersedia di Ubuntu dan distro populer lainnya. Artikel ini akan memandu Anda langkah demi langkah, mulai dari membuat file ZIP, membukanya kembali, hingga mengarsipkan folder dengan tar dan gzip. Semua contoh di bawah bisa langsung Anda coba di terminal sendiri.
1. Mengompres File dengan Perintah zip
Perintah pertama yang wajib Anda kenal adalah zip. Perintah ini menggabungkan beberapa file menjadi satu berkas berekstensi .zip sekaligus memperkecil ukurannya. Kelebihan format ZIP adalah hampir semua sistem operasi bisa membukanya, sehingga cocok dipakai saat Anda ingin mengirim file ke pengguna Windows atau macOS.
Untuk mengompres satu file, ketik perintah berikut di terminal:
zip laporan.zip laporan.txt
Perintah di atas akan membuat berkas bernama laporan.zip yang berisi laporan.txt. Jika Anda ingin mengompres beberapa file sekaligus, cukup sebutkan semuanya dalam satu baris:
zip dokumen.zip surat.txt tabel.csv foto.png
Lalu, bagaimana jika yang ingin dikompres adalah sebuah folder beserta seluruh isinya? Tambahkan opsi -r yang artinya rekursif, alias menyertakan semua subfolder di dalamnya:
zip -r proyek.zip folder-proyek/
Tanpa opsi -r, folder hanya akan tercatat sebagai nama kosong tanpa isinya, jadi jangan sampai lupa menambahkannya. Contoh nyata untuk pemilik usaha kecil: Anda bisa mengompres folder berisi foto produk dan katalog dengan satu perintah, lalu mengirim satu file ZIP itu ke desainer atau pelanggan, alih-alih mengunggah puluhan foto satu per satu.
2. Mengekstrak File ZIP dengan Perintah unzip
Setelah tahu cara membuat file ZIP, Anda tentu perlu tahu cara membukanya kembali. Di sinilah perintah unzip berperan. Cara paling sederhana adalah mengetik nama berkasnya saja:
unzip laporan.zip
Perintah ini akan mengeluarkan isi arsip ke folder tempat Anda berada saat ini. Jika Anda tidak ingin hasil ekstraksi bercampur dengan file lain, arahkan saja ke folder tujuan dengan opsi -d:
unzip laporan.zip -d folder-hasil/
Folder tujuan akan dibuat otomatis jika belum ada, sehingga Anda tidak perlu membuatnya manual terlebih dahulu. Ada satu kebiasaan baik yang sebaiknya Anda terapkan: sebelum mengekstrak arsip dari orang lain, intip dulu isinya dengan opsi -l:
unzip -l laporan.zip
Dengan begitu, Anda bisa memastikan arsip tersebut benar-benar berisi file yang Anda harapkan, bukan file asing yang mencurigakan. Langkah kecil ini sangat berguna saat Anda mengunduh paket dari internet dan ingin memastikan isinya aman sebelum dibuka.
3. Mengarsipkan dan Mengompres Folder dengan Perintah tar
Di dunia Linux, format yang paling sering Anda temui adalah tar, terutama file berekstensi .tar.gz. Berbeda dengan zip, perintah tar pada dasarnya hanya menggabungkan file menjadi satu paket tanpa memperkecil ukurannya. Supaya ukurannya ikut mengecil, tar biasanya dipasangkan dengan gzip, sehingga hasilnya adalah .tar.gz.
Untuk mengarsipkan sekaligus mengompres sebuah folder, gunakan perintah berikut:
tar -czvf cadangan.tar.gz folder-proyek/
Huruf-huruf di belakang tanda strip itu masing-masing punya arti: c berarti membuat arsip baru, z berarti kompres dengan gzip, v berarti tampilkan prosesnya di layar, dan f berarti nama berkas hasil. Anda tidak perlu menghafalnya sekaligus; cukup ingat pola tar -czvf untuk membuat dan tar -xzvf untuk mengekstrak.
Untuk mengekstrak file .tar.gz, perintahnya adalah:
tar -xzvf cadangan.tar.gz
Di sini, huruf x berarti ekstrak. Jika Anda ingin hasil ekstraksi masuk ke folder tertentu, tambahkan opsi -C diikuti nama foldernya:
tar -xzvf cadangan.tar.gz -C /home/nama-anda/Dokumen/
Perintah tar sangat populer untuk cadangan server dan situs web. Misalnya, pemilik toko online bisa mengarsipkan seluruh folder situsnya menjadi satu file .tar.gz sebelum melakukan pembaruan, sehingga jika terjadi kesalahan, salinan lamanya masih tersimpan utuh dan mudah dikembalikan.
4. Mengompres Satu File dengan Perintah gzip
Berbeda dengan zip dan tar yang bisa menangani banyak file, perintah gzip hanya bekerja untuk satu file. Tugasnya sederhana: memperkecil ukuran sebuah file. Perintah ini sering dipakai untuk mengompres file log, laporan teks, atau dokumen berukuran besar yang jarang dibuka.
Cara menggunakannya sangat mudah:
gzip laporan.txt
Setelah perintah dijalankan, laporan.txt akan berubah menjadi laporan.txt.gz dan berkas aslinya akan hilang, digantikan versi kompresnya. Jika Anda ingin berkas asli tetap dipertahankan, tambahkan opsi -k:
gzip -k laporan.txt
Untuk mengembalikan file ke bentuk semula, gunakan perintah gunzip atau gzip -d, keduanya menghasilkan efek yang sama:
gunzip laporan.txt.gz
Satu hal yang perlu diingat: gzip tidak bisa mengompres folder secara langsung. Jika Anda perlu mengompres folder, gabungkan dulu folder tersebut dengan tar, seperti pada bagian sebelumnya, atau gunakan zip. Memahami batasan ini akan menghindarkan Anda dari pesan galat yang membingungkan saat pertama kali mencoba.
5. Mengintip Isi Arsip dan Tips Aman Sebelum Mengekstrak
Perintah kelima ini bukan perintah baru, melainkan kebiasaan penting yang melengkapi keempat perintah sebelumnya: selalu periksa isi arsip sebelum mengekstraknya. Untuk file tar, gunakan opsi t yang artinya daftar isi:
tar -tzvf cadangan.tar.gz
Untuk file ZIP, seperti sudah disinggung sebelumnya, gunakan unzip -l. Kebiasaan ini membantu Anda menghindari dua masalah umum. Pertama, arsip yang ternyata berisi ratusan file akan membanjiri folder kerja Anda jika langsung diekstrak. Kedua, arsip dari sumber yang tidak dikenal bisa saja berisi file berbahaya atau file yang menimpa dokumen penting Anda.
Selain itu, ada beberapa tips praktis lain yang layak Anda ingat. Pertama, jika perintah zip atau unzip belum tersedia di sistem Anda, pasang dulu dengan perintah sudo apt install zip unzip di Ubuntu. Kedua, biasakan mengekstrak arsip di folder kosong atau folder khusus, supaya mudah dibersihkan jika isinya ternyata tidak sesuai harapan. Ketiga, untuk arsip berukuran besar, bersabarlah menunggu prosesnya selesai dan jangan menutup terminal di tengah jalan, karena arsip yang terpotong bisa rusak dan tidak bisa dibuka.
Kesimpulan
Mengompres dan mengekstrak file di Linux ternyata tidak sesulit kelihatannya. Lima perintah yang Anda pelajari hari ini sudah cukup untuk kebutuhan sehari-hari: zip untuk membuat arsip ZIP, unzip untuk membukanya, tar untuk mengarsipkan dan mengekstrak folder, gzip untuk memperkecil satu file, serta kebiasaan memeriksa isi arsip sebelum mengekstraknya. Mulailah dengan berlatih pada file dan folder percobaan, misalnya menyalin folder dokumen ke folder latihan, lalu coba kompres dan ekstrak di sana. Setelah terbiasa, Anda akan merasa jauh lebih percaya diri mengelola file lewat terminal, baik untuk keperluan kerja, cadangan situs web, maupun sekadar mengirim dokumen ke rekan kerja. Selamat mencoba!