antond.net

0 %
Anton Darmawanto
Front-end Developer
Ui/UX Designer
  • Residence:
    Indonesia
  • City:
    Jakarta Selatan
  • Age:
    40
Indonesian
English
Jawa
html
CSS
Js
PHP
WordPress
Proxmox
Laravel
Linux server (ubuntu, debian, fedora)
Alibaba Cloud
  • Proxmox, Vm Ware
  • Stylus, Sass, Less
  • Gulp, Webpack, Grunt
  • GIT knowledge
0

No products in the cart.

Return To Shop

Cara Menggunakan Perintah curl dan wget di Linux: 7 Contoh Praktis untuk Pemula

08/11/2026

Terminal Linux mungkin terlihat menakutkan bagi pemula: layar hitam, kursor berkedip, dan tidak ada tombol unduh yang bisa diklik. Padahal, justru dari terminal inilah banyak pekerjaan bisa selesai lebih cepat. Dua perintah yang paling sering dipakai untuk mengunduh adalah curl dan wget. Keduanya gratis, tersedia di hampir semua distro, dan hanya butuh satu baris perintah.

Kenapa pemula perlu mengenal keduanya? Bayangkan kamu menjalankan toko online kecil dari laptop Ubuntu dan perlu mengunduh file instalasi aplikasi kasir atau memastikan website tokomu masih bisa dibuka pelanggan. Semua itu bisa dilakukan tanpa browser, bahkan di server tanpa tampilan grafis. Dengan menguasai cara menggunakan curl di linux dan wget, kamu tidak lagi bergantung pada klik mouse untuk setiap unduhan.

Kenalan Dulu: Apa Itu curl dan wget?

curl adalah alat serbaguna untuk bertukar data dengan server. Ia bisa mengunduh file, mengirim permintaan ke API, sampai memeriksa apakah sebuah website masih aktif. Karena fleksibel, curl sering dipakai pengembang untuk menguji layanan web.

wget lebih fokus pada satu tugas: mengunduh file dari internet. Ia bekerja tenang di latar belakang, mengikuti pengalihan alamat secara otomatis, dan bisa melanjutkan unduhan yang sempat terputus. Kalau tugasmu hanya mengunduh, wget biasanya terasa lebih praktis.

Sebelum mulai, periksa dulu apakah keduanya sudah terpasang. Buka terminal dengan Ctrl + Alt + T, lalu jalankan perintah berikut:

curl --version
wget --version

Jika muncul informasi versi, berarti keduanya siap dipakai. Kalau belum ada, pasang di Ubuntu atau Debian dengan perintah sudo apt install curl wget, lalu masukkan kata sandi administrator saat diminta.

1. Mengunduh File dengan Cara Paling Sederhana

Untuk mengunduh satu file dengan wget, cukup tulis perintahnya diikuti alamat file yang dituju. wget akan menyimpan file itu di folder tempat kamu berada sekarang, dengan nama yang sama seperti di server.

wget https://example.com/laporan-penjualan.zip

curl punya kebiasaan berbeda. Tanpa tambahan opsi, curl justru menampilkan isi file ke layar terminal. Supaya hasilnya tersimpan sebagai file, tambahkan opsi -O huruf besar, yang meminta curl menyimpan file dengan nama aslinya.

curl -O https://example.com/laporan-penjualan.zip

Ingat polanya: wget langsung menyimpan, curl perlu diberi tahu dulu dengan -O.

2. Mengunduh File dengan Nama Lain

Terkadang nama file di server kurang jelas, misalnya download?id=123. Menyimpannya dengan nama seperti itu akan menyulitkanmu saat mencarinya nanti. Untungnya, kedua perintah menyediakan cara untuk mengganti nama file saat diunduh.

Pada wget, gunakan opsi -O huruf besar diikuti nama baru yang kamu inginkan. Pada curl, gunakan opsi -o huruf kecil untuk keperluan yang sama. Perbedaan huruf besar dan kecil ini penting, karena maknanya berbeda pada curl.

wget -O katalog-produk-2026.pdf https://example.com/download?id=123
curl -o katalog-produk-2026.pdf https://example.com/download?id=123

Untuk pemilik UMKM, beri nama yang rapi, misalnya laporan-oktober-2026.pdf, supaya arsip mudah ditemukan.

3. Melanjutkan Unduhan yang Terputus

Unduhan besar, seperti file ISO Linux atau cadangan database toko, bisa memakan waktu lama. Kalau koneksi internet putus di tengah jalan, rasanya menyebalkan harus mengulang dari awal. Di sinilah opsi lanjutan unduhan menjadi penyelamat.

Pada wget, tambahkan opsi -c di depan alamat file. wget akan memeriksa bagian file yang sudah tersimpan, lalu meminta sisanya saja dari server, selama server mendukung permintaan seperti itu.

wget -c https://example.com/ubuntu-24.04-desktop-amd64.iso

curl juga bisa melakukan hal yang sama dengan opsi -C -. Tanda strip setelah huruf C memberi tahu curl untuk menghitung sendiri posisi lanjutan berdasarkan ukuran file yang sudah ada. Tambahkan juga opsi -L supaya curl mengikuti pengalihan alamat bila diperlukan.

curl -L -C - -O https://example.com/ubuntu-24.04-desktop-amd64.iso

4. Mengecek Header dan Status Website

Contoh keempat ini tidak mengunduh apa pun, tetapi sangat berguna untuk pemilik website. Misalkan pelanggan mengeluh toko onlinemu tidak bisa dibuka. Sebelum panik, periksa status websitemu langsung dari terminal dengan curl.

Opsi -I meminta curl hanya mengambil header, yaitu informasi singkat dari server tanpa mengunduh seluruh halaman. Dari sini kamu bisa melihat kode status seperti 200 OK yang berarti website berjalan normal, atau 404 Not Found yang berarti halaman tidak ditemukan.

curl -I https://antond.net

Kalau kamu hanya ingin melihat kode statusnya saja, tambahkan opsi -o /dev/null -s -w seperti contoh berikut. Hasilnya berupa satu angka, misalnya 200, yang mudah dibaca dan cocok dipakai dalam skrip pemantauan otomatis.

curl -o /dev/null -s -w "%{http_code}\n" https://antond.net

5. Mengirim Data POST dan Mengecek API

Inilah bagian yang membuat curl unggul dibanding wget. Banyak layanan modern menyediakan API, yaitu pintu khusus bagi aplikasi untuk saling bertukar data, misalnya aplikasi kasir yang mengirim data penjualan ke server.

Untuk mengirim data dengan metode POST, gunakan opsi -X POST dan -d untuk isi datanya. Contoh berikut mengirim nama dan email ke sebuah layanan pengujian, lalu menampilkan balasan server di terminal. Opsi -H menambahkan header yang menjelaskan bahwa data dikirim dalam format JSON.

curl -X POST https://httpbin.org/post -H "Content-Type: application/json" -d '{"nama":"Budi","email":"budi@tokoku.id"}'

Untuk sekadar mengambil data dari API, kamu tidak perlu opsi khusus. Cukup arahkan curl ke alamat API-nya, seperti contoh berikut yang mengambil data contoh dalam format JSON.

curl https://jsonplaceholder.typicode.com/posts/1

Yang penting, kamu tahu curl bisa berbicara dengan API, sedangkan wget tidak dirancang untuk itu.

6. Mengunduh Banyak File Sekaligus

Mengunduh file satu per satu tentu melelahkan kalau jumlahnya banyak. Misalnya, kamu perlu mengambil sepuluh foto produk dari server atau mengunduh beberapa paket instalasi sekaligus. Kedua perintah punya cara masing-masing untuk menyelesaikan pekerjaan ini dalam satu perintah.

Dengan wget, cara paling rapi adalah membuat daftar alamat di dalam file teks. Tulis satu alamat di setiap baris, simpan sebagai daftar-url.txt, lalu minta wget membaca daftar tersebut dengan opsi -i. wget akan mengunduh semuanya berurutan sampai selesai.

wget -i daftar-url.txt

Dengan curl, kamu bisa menulis beberapa opsi -O dalam satu baris, masing-masing diikuti alamat file. Untuk file yang namanya berurutan, curl bahkan mendukung pola kurung siku, misalnya foto[1-5].jpg, untuk mengunduh lima file sekaligus tanpa menulis semuanya.

curl -O https://example.com/foto1.jpg -O https://example.com/foto2.jpg
curl -O https://example.com/foto[1-5].jpg

7. Perbedaan curl vs wget dan Kapan Memakai yang Mana

Setelah mencoba enam contoh di atas, kamu mungkin bertanya-tanya: kapan harus memakai curl, dan kapan memakai wget? Jawabannya tergantung pada pekerjaan yang sedang kamu lakukan, bukan pada mana yang lebih bagus secara mutlak.

Gunakan wget saat tugasmu sederhana dan berhubungan dengan unduhan. Ia langsung menyimpan file, mengikuti pengalihan alamat tanpa opsi tambahan, mencoba lagi sendiri saat koneksi gagal, dan bisa mengunduh seluruh isi situs dengan opsi rekursif. Untuk mengunduh file besar atau banyak file, wget adalah pilihan yang paling nyaman.

Gunakan curl saat kamu butuh kendali penuh atas permintaan yang dikirim. Ia cocok untuk menguji API, mengirim data POST, mengatur header khusus, dan memeriksa status website.

Sebagai patokan sederhana: wget untuk mengambil file, curl untuk berbicara dengan server.

Tips Keamanan Saat Menggunakan curl dan wget

Kemudahan mengunduh dari terminal juga membawa risiko kalau dipakai sembarangan. Jangan pernah menjalankan skrip yang diunduh dari internet tanpa memeriksanya terlebih dahulu, apalagi perintah seperti curl ... | sudo bash yang langsung menjalankan kode asing di komputermu. Selalu unduh dulu, baca isinya, dan jalankan hanya kalau kamu memahami atau mempercayai sumbernya.

Pastikan juga memakai https, bukan http, dan jangan menulis kata sandi langsung di dalam perintah, karena perintah itu tersimpan di riwayat terminal. Unduhlah hanya dari situs resmi atau sumber yang kamu kenal.

Kesimpulan

curl dan wget memang terlihat mirip, tetapi masing-masing punya keunggulan sendiri. wget unggul untuk unduhan yang sederhana, besar, dan berjumlah banyak, sedangkan curl unggul untuk pengujian API, pemeriksaan website, dan otomatisasi. Dengan tujuh contoh di atas, kamu sudah punya bekal untuk mengunduh file, mengganti namanya, melanjutkan unduhan yang terputus, mengecek status toko onlinemu, sampai mencoba API sederhana.

Mulai dari contoh yang paling sering kamu butuhkan, lalu latih sisanya sedikit demi sedikit. Coba praktikkan satu contoh hari ini, dan simpan halaman ini untuk dipakai lagi saat kamu membutuhkan perintah curl linux atau perintah wget linux.

Posted in Tips & TrikTags: