Cara Mengganti Nama File di Linux: 5 Perintah mv dan rename untuk Pemula
Nama file yang berantakan adalah masalah kecil yang dampaknya terasa besar. Foto produk yang masih bernama IMG_0001.jpg, dokumen yang tersimpan sebagai dokumen-baru-final-revisi2.docx, atau arsip unduhan yang sulit dicari membuat pekerjaan sehari-hari menjadi lambat. Di Linux, Anda tidak perlu membuka aplikasi khusus untuk merapikannya. Cukup lewat terminal, satu berkas maupun ratusan berkas bisa diganti namanya dengan cepat dan konsisten. Artikel ini membahas lima cara mengganti nama file di Linux, mulai dari perintah mv yang paling dasar sampai rename massal dengan pola, lengkap dengan contoh yang bisa langsung dipraktikkan oleh pemula.
1. Mengganti Nama Satu File dengan Perintah mv
Bagi pengguna baru, perintah mv adalah titik awal yang paling mudah untuk mengganti nama file di Linux. Meskipun namanya berarti “move” atau memindahkan, perintah ini juga berfungsi sebagai alat ganti nama ketika file tetap berada di folder yang sama. Polanya sederhana: tulis mv, diikuti nama file lama, lalu nama file baru. Tidak ada jendela konfirmasi dan tidak ada tombol simpan, sehingga perubahan langsung terjadi begitu tombol Enter ditekan.
Sebagai contoh, misalkan Anda mempunyai berkas laporan bernama laporan-lama.txt dan ingin mengubahnya menjadi laporan-final.txt. Perintahnya adalah sebagai berikut:
mv laporan-lama.txt laporan-final.txt
Setelah perintah dijalankan, nama lama akan hilang dan hanya nama baru yang tersisa. Isi berkas tidak berubah sama sekali, yang berubah hanyalah labelnya. Untuk memastikan hasilnya, jalankan ls dan periksa daftar berkas di folder tersebut. Jika Anda ingin melihat pesan konfirmasi di layar, tambahkan opsi -v sehingga perintahnya menjadi mv -v laporan-lama.txt laporan-final.txt. Terminal kemudian akan menampilkan keterangan bahwa berkas tersebut sudah diganti namanya.
Hal yang sama berlaku untuk folder. Mengubah nama folder foto-lama menjadi foto-baru cukup dilakukan dengan mv foto-lama foto-baru. Selama nama tujuan belum dipakai oleh folder lain, prosesnya berjalan mulus tanpa pesan tambahan.
2. Mengganti Nama Sambil Memindahkan File ke Folder Lain
Kelebihan perintah mv adalah kemampuannya menggabungkan dua pekerjaan sekaligus: memindahkan berkas dan mengganti namanya dalam satu langkah. Ini berguna ketika Anda merapikan arsip, misalnya memindahkan foto produk dari folder unduhan ke folder katalog sekaligus memberi nama yang lebih rapi.
Contohnya, berkas IMG_20261103.jpg yang masih berada di folder unduhan bisa dipindahkan ke folder katalog dengan nama baru seperti ini:
mv IMG_20261103.jpg ~/katalog/produk-kopi-susu.jpg
Perintah di atas memindahkan berkas tersebut ke folder katalog dan sekaligus mengubah namanya. Jika Anda hanya ingin memindahkan tanpa mengubah nama, cukup sebutkan folder tujuannya saja, misalnya mv IMG_20261103.jpg ~/katalog/. Tanda garis miring di akhir menunjukkan bahwa tujuannya adalah sebuah folder, bukan nama berkas baru.
Satu hal yang perlu diperhatikan: apabila di folder tujuan sudah ada berkas dengan nama yang sama, perintah mv secara bawaan akan menimpanya tanpa bertanya. Untuk mencegah kecelakaan ini, biasakan menambahkan opsi -i (interaktif) sehingga terminal akan bertanya dulu sebelum menimpa. Perintah amannya adalah mv -i IMG_20261103.jpg ~/katalog/produk-kopi-susu.jpg. Jika Anda menjawab y, penimpaan dilanjutkan; jika menjawab n, berkas lama tetap aman.
3. Mengganti Nama Satu File dengan Perintah rename
Selain mv, ada alat bernama rename yang tersedia di banyak distro, termasuk Ubuntu. Berbeda dengan mv yang bekerja satu per satu, rename bekerja berdasarkan pola, sehingga cocok untuk perubahan nama yang mengikuti aturan tertentu. Di Ubuntu, versi yang terpasang umumnya adalah rename berbasis Perl. Jika perintah ini belum tersedia, Anda bisa memasangnya dengan sudo apt install rename.
Pola dasarnya adalah rename 's/lama/baru/' berkas. Huruf s di awal berarti substitusi atau penggantian, lalu bagian lama diganti dengan bagian baru. Contohnya, untuk mengubah kata draf menjadi final pada berkas draf-katalog.txt, jalankan:
rename 's/draf/final/' draf-katalog.txt
Hasilnya, berkas tersebut kini bernama final-katalog.txt. Kelebihan rename adalah Anda tidak perlu mengetik nama lengkap yang baru; cukup sebutkan bagian yang ingin diubah. Ini sangat membantu ketika nama berkasnya panjang.
Sebelum menjalankan perintah yang sesungguhnya, manfaatkan opsi -n untuk simulasi. Perintah rename -n 's/draf/final/' draf-katalog.txt hanya menampilkan rencana perubahan tanpa benar-benar mengubah apa pun. Jika hasil simulasinya sudah sesuai harapan, jalankan ulang tanpa -n.
4. Mengganti Nama Banyak File Sekaligus Berdasarkan Pola
Inilah bagian yang paling menghemat waktu bagi pemilik usaha. Bayangkan Anda baru saja memotret sepuluh produk untuk katalog toko daring, dan semua berkasnya bernama IMG_0001.jpg sampai IMG_0010.jpg. Mengganti satu per satu tentu melelahkan. Dengan rename, seluruh berkas bisa diubah dalam satu perintah.
Untuk menambahkan awalan produk- pada semua berkas JPG di folder tersebut, jalankan:
rename 's/^/produk-/' *.jpg
Tanda ^ berarti awal nama berkas, sehingga awalan ditempelkan di depan setiap nama. Hasilnya, IMG_0001.jpg berubah menjadi produk-IMG_0001.jpg, dan begitu seterusnya untuk semua berkas yang cocok.
Contoh lain yang sering dipakai adalah mengubah ekstensi berkas. Misalkan foto produk masih berekstensi .jpeg dan Anda ingin menyeragamkannya menjadi .jpg agar konsisten dengan sistem toko daring. Perintahnya adalah:
rename 's/\.jpeg$/.jpg/' *.jpeg
Tanda dolar di akhir pola menandakan ujung nama berkas, sehingga hanya ekstensi di ujung yang diubah. Selalu awali dengan simulasi -n dan tambahkan -v agar setiap perubahan ditampilkan di layar. Dengan begitu, Anda bisa memeriksa daftar perubahan sebelum benar-benar menerapkannya, dan kesalahan pola bisa ketahuan lebih awal.
5. Rename Massal dengan Loop for dan Alternatif mmv
Jika rename belum terpasang dan Anda tidak ingin memasang paket baru, perulangan for di Bash adalah jalan keluar yang selalu tersedia. Perulangan ini mengambil satu per satu berkas yang cocok dengan pola, lalu menjalankan mv untuk masing-masing berkas. Contoh berikut mengubah semua berkas berekstensi .png menjadi .jpg (perlu diingat, ini hanya mengubah nama ekstensinya, bukan mengonversi isi gambar):
for f in *.png; do mv -- "$f" "${f%.png}.jpg"; done
Bagian ${f%.png} memotong ekstensi lama dari nama berkas, lalu ekstensi baru ditempelkan. Tanda -- berguna agar nama berkas yang diawali tanda strip tidak disalahartikan sebagai opsi perintah. Bagi yang belum terbiasa, cobalah dulu dengan perintah echo di depan mv untuk melihat rencana perubahan tanpa mengeksekusinya.
Alternatif lain adalah mmv, alat khusus ganti nama massal berbasis pola wildcard. Setelah dipasang dengan sudo apt install mmv, Anda bisa menulis perintah seperti mmv '*.jpeg' '#1.jpg', di mana #1 mewakili bagian nama yang cocok dengan tanda bintang. Pilih alat yang paling nyaman bagi Anda; yang terpenting, selalu uji polanya dengan simulasi terlebih dahulu.
Peringatan Penting dan Tips Backup Sebelum Rename Massal
Mengganti nama banyak berkas sekaligus memang cepat, tetapi risikonya juga besar. Satu pola yang keliru bisa mengubah puluhan nama sekaligus, dan Linux tidak menyediakan tombol undo untuk perintah terminal. Karena itu, biasakan membuat cadangan sebelum melakukan rename massal. Cara paling mudah adalah menyalin foldernya terlebih dahulu, misalnya cp -r katalog katalog-cadangan. Jika terjadi kesalahan, Anda tinggal mengembalikan dari salinan tersebut.
Selain itu, perhatikan beberapa hal berikut. Pertama, Linux membedakan huruf besar dan kecil, sehingga Produk.jpg dan produk.jpg dianggap dua berkas berbeda. Kedua, hindari spasi pada nama berkas jika memungkinkan; gunakan strip atau garis bawah agar perintah terminal lebih mudah ditulis. Ketiga, jangan pernah menjalankan perintah rename di folder sistem tanpa memahami dampaknya.
Kesimpulan
Mengganti nama file di Linux tidak serumit yang dibayangkan. mv sudah lebih dari cukup, dan opsi -i menjaganya tetap aman dari penimpaan yang tidak disengaja. Untuk banyak berkas, rename dengan pola adalah pilihan tercepat, sedangkan perulangan for dan mmv menjadi alternatif yang fleksibel. Kuncinya ada pada tiga kebiasaan: uji pola dengan simulasi, gunakan nama yang konsisten, dan selalu buat cadangan sebelum rename massal. Dengan kebiasaan tersebut, merapikan ratusan foto produk, dokumen, dan arsip usaha di Linux bisa dilakukan dalam hitungan menit, tanpa takut kehilangan berkas penting.