antond.net

0 %
Anton Darmawanto
Front-end Developer
Ui/UX Designer
  • Residence:
    Indonesia
  • City:
    Jakarta Selatan
  • Age:
    40
Indonesian
English
Jawa
html
CSS
Js
PHP
WordPress
Proxmox
Laravel
Linux server (ubuntu, debian, fedora)
Alibaba Cloud
  • Proxmox, Vm Ware
  • Stylus, Sass, Less
  • Gulp, Webpack, Grunt
  • GIT knowledge
0

No products in the cart.

Return To Shop

Cara Membuat Website UMKM dengan WordPress: Panduan dari Nol

September 21, 2026

Di era digital 2026, website bukan lagi kemewahan bagi UMKM — tapi kebutuhan. Konsumen mencari produk dan jasa secara online sebelum membeli. Tanpa website, bisnis Anda sulit ditemukan dan berisiko ditinggalkan kompetitor yang lebih siap digital.

Kabar baiknya, membuat website UMKM kini sangat mudah dengan WordPress. Anda tidak perlu jago coding atau desain. Ikuti panduan dari nol berikut, dan dalam satu hari website bisnis Anda bisa tampil online.

Persiapan: Apa yang Anda Butuhkan?

  • Nama domain — alamat website (misalnya tokoanda.com), mulai Rp100 ribuan/tahun.
  • Hosting — “rumah” untuk website Anda. Pastikan dari penyedia lokal yang andal.
  • Waktu 2–4 jam — untuk menyelesaikan seluruh proses.

Langkah 1: Beli Domain dan Hosting

Pilih penyedia hosting Indonesia seperti Niagahoster, Dewaweb, atau IDCloudHost. Saat mendaftar, biasanya Anda bisa sekaligus memesan domain. Pilih paket shared hosting untuk UMKM yang baru mulai — cukup murah dan mudah dikelola.

Langkah 2: Install WordPress

Hampir semua penyedia hosting Indonesia menyediakan installer WordPress satu klik lewat cPanel (Softaculous) atau panel mereka. Tinggal klik, isi nama website & admin account, dan WordPress terpasang otomatis dalam hitungan menit.

Langkah 3: Pilih Tema (Template)

Masuk ke Appearance → Themes → Add New. Pilih tema yang sesuai jenis usaha Anda — restoran, toko online, jasa, atau portfolio. Untuk UMKM, tema gratis seperti Astra, Kadence, atau GeneratePress sangat direkomendasikan karena ringan dan cepat.

Langkah 4: Buat Halaman Penting

Website UMKM minimal butuh 4 halaman:

  • Home — kesan pertama: keunggulan bisnis, foto produk, dan ajakan bertindak.
  • Tentang Kami — cerita dan values bisnis Anda untuk membangun kepercayaan.
  • Produk/Layanan — daftar lengkap beserta harga.
  • Kontak — alamat, telepon, WhatsApp, dan form pemesanan.

Langkah 5: Pasang Plugin Esensial

  • Yoast SEO / RankMath — optimasi mesin pencari.
  • Contact Form 7 / WPForms — form kontak & pemesanan.
  • Wordfence / Solid Security — keamanan website.
  • UpdraftPlus — backup otomatis.
  • Smush / ShortPixel — kompresi gambar agar website cepat.

Langkah 6: Optimasi SEO Dasar

Agar website muncul di Google:

  • Aktifkan SSL (biasanya gratis dari hosting).
  • Atur judul & meta description per halaman lewat plugin SEO.
  • Gunakan gambar dengan alt text yang deskriptif.
  • Buat halaman Google Business Profile dan tautkan ke website Anda.

Langkah 7: Publikasikan dan Promosikan

Setelah semua siap, klik Publish. Bagikan website di media sosial, WhatsApp, dan Google Business Profile. Mulailah aktif menulis blog untuk menarik traffic organik — ini investasi jangka panjang yang sangat berharga.

Mau Dibuatkan? Kami Siap Bantu!

Panduan di atas memang bisa dilakukan sendiri, tetapi jika Anda ingin hasil langsung jadi tanpa ribet, tim antond.net bisa membuatkannya untuk Anda. Dengan paket Website UMKM Rp1,5 juta/tahun, Anda mendapatkan domain, hosting, 4 halaman profesional, SEO, email unlimited, dan live chat WhatsApp — semua diurus sampai tuntas.

FAQ Membuat Website UMKM

Berapa biaya membuat website UMKM sendiri?

Sendiri: sekitar Rp200–500 ribu untuk domain + hosting tahun pertama, tema dan plugin gratis sudah cukup. Jika dibuatkan profesional, mulai Rp1,5 juta/tahun termasuk semua biaya.

Apakah WordPress cocok untuk toko online?

Sangat cocok. Dengan plugin WooCommerce, WordPress bisa menjadi toko online lengkap: katalog produk, keranjang, pembayaran, sampai laporan penjualan.

Berapa lama website UMKM selesai dibuat?

Jika semua bahan (teks, foto) sudah siap, website bisa selesai dalam 1–2 hari. Untuk website ecommerce yang lebih kompleks, biasanya butuh 1–2 minggu.

Posted in Tutorial, website, WordPressTags: