Cara Membuat Halaman Coming Soon di WordPress: 5 Langkah Biar Pengunjung Tetap Penasaran
Bayangkan Anda sedang menyiapkan website baru untuk usaha Anda. Misalnya, resto rumahan di Yogyakarta bernama Dapur Bu Sari yang selama ini hanya menerima pesanan lewat WhatsApp, kini ingin membuka pemesanan online lewat website sendiri. Domain sudah dibeli, tapi websitenya masih dikerjakan. Apa yang dilihat calon pelanggan ketika mereka mengetik alamat website itu? Kalau yang muncul hanya halaman kosong atau tampilan berantakan, kesempatan pertama itu hilang begitu saja.
Di sinilah halaman coming soon berperan: halaman sementara yang memberi tahu pengunjung bahwa website Anda segera hadir, sekaligus memberi alasan untuk kembali lagi. Kabar baiknya, membuatnya di WordPress tidak butuh keahlian coding — cukup lima langkah di bawah ini.
Sekadar meluruskan istilah: halaman coming soon dipakai untuk website baru yang belum diluncurkan, sedangkan maintenance mode untuk website yang sudah berjalan tetapi sedang diperbaiki. Keduanya mirip cara kerjanya, tetapi artikel ini berfokus pada coming soon untuk peluncuran website baru.
Langkah 1: Pilih Metode yang Paling Cocok: Plugin atau Fitur Tema
Langkah pertama adalah menentukan cara membuatnya. Ada tiga jalan yang umum dipakai, dan pilihan terbaik tergantung pada seberapa nyaman Anda mengutak-atik website.
Cara paling mudah bagi pemula adalah memakai plugin: template siap pakai, hitung mundur, dan formulir email tersedia tanpa perlu menulis kode. Beberapa plugin gratis yang populer antara lain SeedProd versi gratis, LightStart, dan CMP — cukup pilih salah satu.
Jalan kedua adalah fitur bawaan tema atau page builder Anda. Sebagian tema sudah menyediakan mode coming soon sendiri; kalau tema Anda punya fitur ini, tidak perlu menambah plugin baru. Cek dulu menu pengaturan tema sebelum memasang apa pun.
Jalan ketiga adalah membuat halaman biasa lalu menjadikannya beranda sementara. Cara ini kurang rapi karena pengunjung masih bisa mengintip halaman lain di website Anda, sehingga kurang disarankan bagi usaha yang ingin tampil profesional sejak awal.
Sebagai patokan, pilih plugin yang gratis, masih diperbarui, dan berulasan baik. Satu aturan penting: jangan memasang dua plugin coming soon sekaligus, karena keduanya bisa saling bertabrakan.
Langkah 2: Install dan Aktifkan Plugin Coming Soon
Pemasangannya hanya memakan waktu beberapa menit. Masuk ke dasbor WordPress, buka menu Plugin > Tambah Baru, ketik nama plugin di kolom pencarian, lalu klik Install dan Aktifkan.
Begitu aktif, biasanya muncul menu baru di bilah sisi dasbor. Buka menu itu dan cari tombol atau sakelar mode coming soon. Pada sebagian plugin, mode ini langsung aktif saat Anda menyimpan pengaturan pertama; pada plugin lain, Anda perlu menggeser sakelarnya manual. Bacalah label di layar dengan teliti, karena letak tombolnya berbeda pada tiap plugin.
Selama mode ini aktif, Anda yang sudah login sebagai admin tetap bisa melihat website asli seperti biasa, sedangkan pengunjung umum hanya melihat halaman coming soon. Jadi jangan panik kalau tampilan di layar Anda berbeda dengan yang dilihat pelanggan.
Satu tips tambahan: bila website Anda memakai plugin cache, bersihkan cache setelah mengaktifkan mode ini supaya halaman baru langsung terlihat. Kalau situs sudah berisi konten lama, buatlah cadangannya dulu, sekadar berjaga-jaga.
Langkah 3: Desain Halaman: Judul, Countdown, dan Formulir Email
Halaman coming soon yang bagus itu sederhana, jelas, dan punya satu ajakan utama. Jangan menumpuk informasi; pengunjung sebaiknya langsung paham dalam beberapa detik: usaha apa ini, kapan buka, dan apa yang harus mereka lakukan.
Tulis judul dan penjelasan yang jelas
Mulailah dengan judul yang menyebut nama usaha dan kabar peluncurannya, misalnya “Dapur Bu Sari Segera Hadir Online!” Di bawahnya, tambahkan satu-dua kalimat tentang apa yang ditawarkan, contohnya: “Pesan menu rumahan favorit Anda langsung dari website kami, mulai tanggal 15 November.” Semakin lugas, semakin mudah diingat.
Pasang hitung mundur yang jujur
Hitung mundur (countdown) memberi rasa penasaran sekaligus tenggat yang nyata. Masukkan tanggal peluncuran yang realistis, sesuai kesiapan Anda. Jangan memasang tanggal yang terus diundur, karena pengunjung yang mendapati tanggalnya bergeser akan sulit percaya pada janji berikutnya.
Kumpulkan email calon pelanggan
Ini bagian paling berharga dari halaman coming soon. Tambahkan formulir singkat berisi kolom email dan tombol seperti “Beri Tahu Saya Saat Buka”. Beri alasan yang masuk akal untuk meninggalkan email, misalnya kabar peluncuran dan promo pesanan pertama. Dengan begitu, hari peluncuran nanti Anda tidak mulai dari nol: sudah ada daftar orang yang memang menunggu.
Lengkapi dengan identitas usaha
Tambahkan logo, warna selaras merek Anda, dan satu foto produk yang menggugah selera, plus tautan Instagram atau nomor WhatsApp supaya pengunjung bisa menghubungi Anda selagi menunggu.
Langkah 4: Atur Siapa yang Bisa Melihat Situs Anda
Halaman coming soon bukan sekadar soal tampilan, tetapi juga soal akses. Secara bawaan, kebanyakan plugin memakai aturan sederhana: pengunjung umum melihat halaman coming soon, sedangkan admin yang sudah login bisa menjelajahi website asli untuk mengerjakannya. Aturan ini sudah cukup untuk sebagian besar usaha kecil.
Bagaimana kalau Anda bekerja dalam tim? Misalnya, karyawan perlu memeriksa daftar menu, atau desainer lepas perlu melihat hasil kerjanya. Jangan membagikan akun admin Anda. Sebagian plugin memungkinkan peran tertentu, seperti editor, tetap melihat website asli, atau menyediakan tautan khusus untuk melewati halaman coming soon. Buatkan akun terpisah untuk tiap orang, sesuai perannya.
Perhatikan juga halaman yang tetap harus bisa diakses, seperti halaman login. Untungnya, halaman login umumnya tidak ikut tertutup mode coming soon, jadi Anda tidak akan terkunci keluar dari website sendiri. Sebagian plugin bahkan memungkinkan Anda mengecualikan halaman tertentu, misalnya halaman kontak darurat.
Soal mesin pencari, Anda tidak perlu pusing di tahap awal: halaman coming soon pada umumnya masih boleh dirayapi, berbeda dengan maintenance mode yang memberi sinyal tutup sementara. Yang terpenting, halaman Anda tampil profesional bagi manusia yang membukanya.
Lakukan pemeriksaan sederhana: keluar dari akun Anda, atau buka alamat website di jendela penyamaran (incognito), supaya Anda melihat persis apa yang dilihat pelanggan.
Langkah 5: Uji Tampilan, Lalu Nonaktifkan Saat Hari Peluncuran
Sebelum mengumumkan alamat website ke mana-mana, ujilah halaman Anda dengan saksama. Buka di ponsel dan laptop, karena sebagian besar pelanggan datang dari ponsel. Periksa apakah hitung mundurnya berjalan, formulir emailnya bisa diisi, dan tautan media sosialnya mengarah ke tempat yang benar. Cobalah mengisi formulir itu sendiri dengan email Anda, untuk memastikan datanya terkumpul.
Mintalah satu-dua orang, misalnya karyawan atau teman dekat, membuka halaman itu dan memberi pendapat jujur: apakah pesannya langsung dipahami? Apakah ada salah ketik? Mata segar sering menangkap hal kecil yang luput dari pemiliknya.
Ketika hari peluncuran tiba, inilah langkah yang paling sering terlupakan: menonaktifkan mode coming soon. Kembali ke pengaturan plugin, matikan modenya, simpan, lalu buka website di jendela penyamaran untuk memastikan situs asli sudah tampil. Bila memakai plugin cache, bersihkan cache sekali lagi.
Segera setelah website resmi dibuka, manfaatkan daftar email yang terkumpul. Kirim kabar singkat bahwa usaha Anda sudah buka, dan umumkan juga di media sosial. Daftar inilah yang mengubah halaman penantian menjadi pelanggan pertama.
Terakhir, jangan langsung menghapus pluginnya. Simpan dulu beberapa minggu untuk berjaga-jaga, karena plugin yang sama bisa dipakai lagi saat website perlu perawatan, lalu hapus bila sudah tidak dibutuhkan agar website tetap ringan.
Kesimpulannya, halaman coming soon bukan sekadar penutup sementara, melainkan alat pemasaran pertama website Anda. Lima langkahnya sederhana: pilih metode yang cocok, pasang pluginnya, desain halaman yang jelas dengan hitung mundur dan formulir email, atur siapa yang boleh melihat situs, lalu uji dan nonaktifkan tepat pada hari peluncuran. Bagi UMKM seperti Dapur Bu Sari, halaman ini mengubah masa menunggu menjadi masa mengumpulkan calon pelanggan. Jadi, jangan biarkan alamat website Anda kosong tanpa kabar — pasang halaman coming soon hari ini.