5 Cara Cek Spesifikasi Komputer di Linux Ubuntu untuk Pemula
Baru pertama kali memakai Ubuntu dan penasaran dengan “jeroan” komputer Anda? Mengetahui spesifikasi komputer — jenis prosesor, kapasitas RAM, kartu grafis, dan besar penyimpanan — adalah keterampilan dasar yang sangat berguna, terutama bagi pemilik usaha kecil maupun karyawan yang baru beralih dari Windows ke Linux. Kabar baiknya, Ubuntu menyediakan banyak cara untuk melihat informasi ini: ada yang semudah membuka menu pengaturan, ada pula yang memakai perintah Terminal yang terlihat canggih padahal sebenarnya sederhana.
Semua perintah di artikel ini aman dicoba karena hanya membaca informasi, tidak mengubah apa pun di sistem.
1. Melihat Informasi Prosesor dengan Perintah lscpu
Prosesor (CPU) adalah “otak” komputer yang menentukan seberapa cepat ia bekerja. Untuk melihat detailnya, buka Terminal dengan menekan Ctrl + Alt + T pada keyboard. Setelah jendela Terminal terbuka, ketikkan perintah berikut lalu tekan Enter:
lscpu
Perintah lscpu adalah singkatan dari “list CPU”, alias perintah untuk mendaftar informasi prosesor. Contoh tampilannya kurang lebih seperti ini:
Architecture: x86_64 CPU op-mode(s): 32-bit, 64-bit Model name: Intel(R) Core(TM) i3-10100 CPU @ 3.60GHz CPU(s): 8 Thread(s) per core: 2 Core(s) per socket: 4
Begini cara membacanya dengan bahasa awam:
- Architecture — arsitektur prosesor. Tulisan
x86_64artinya prosesor 64-bit, yang dipakai hampir semua komputer modern. Informasi ini penting karena banyak aplikasi sekarang hanya tersedia dalam versi 64-bit. - Model name — nama lengkap prosesor, misalnya Intel Core i3-10100 atau AMD Ryzen 3 3200G. Inilah jawaban kalau ada yang bertanya “prosesornya apa?”.
- CPU(s) — jumlah inti pemrosesan yang dikenali sistem. Angkanya mencakup thread, jadi angka 8 tidak selalu berarti 8 inti fisik.
- CPU MHz (kadang muncul di bagian bawah) — kecepatan kerja prosesor.
Cukup catat baris Model name dan CPU(s) — dua informasi ini biasanya sudah cukup ketika teknisi atau penjual menanyakan spesifikasi prosesor Anda.
2. Mengecek Kapasitas RAM dengan Perintah free -h
RAM adalah memori kerja yang menentukan seberapa lancar komputer menjalankan banyak aplikasi sekaligus. Komputer dengan RAM kecil akan terasa lemot saat membuka banyak jendela browser atau aplikasi kasir bersamaan. Untuk mengeceknya, ketikkan di Terminal:
free -h
Kata free berarti “bebas/tersedia”, sedangkan tambahan -h membuat angka ditampilkan dalam satuan yang mudah dibaca manusia (GB, bukan deretan byte yang panjang). Contoh hasilnya:
total used free shared buff/cache available Mem: 7,7Gi 2,1Gi 3,2Gi 210Mi 2,4Gi 5,2Gi Swap: 2,0Gi 0B 2,0Gi
Fokuslah pada baris Mem dan kolom total: itulah total RAM yang terpasang di komputer. Pada contoh di atas, 7,7Gi berarti sekitar 8 GB. Kolom-kolom lainnya bisa dibaca seperti ini:
- used — RAM yang sedang dipakai saat ini.
- free — RAM yang benar-benar kosong dan menganggur.
- available — perkiraan RAM yang masih bisa dipakai aplikasi. Kolom inilah yang paling jujur menggambarkan “sisa tenaga” komputer Anda.
Kalau kolom available tinggal sedikit padahal Anda baru membuka dua-tiga aplikasi, itu pertanda kuat komputer butuh tambah RAM.
3. Melihat Disk dan Partisi dengan lsblk dan df -h
Penyimpanan (disk) adalah tempat semua file, aplikasi, dan sistem Ubuntu disimpan. Ada dua perintah yang saling melengkapi untuk memeriksanya.
Perintah pertama, lsblk (singkatan dari “list block”), menampilkan daftar disk dan partisinya dalam bentuk diagram pohon:
NAME MAJ:MIN RM SIZE RO TYPE MOUNTPOINTS sda 8:0 0 476,9G 0 disk ├─sda1 8:1 0 512M 0 part /boot/efi ├─sda2 8:2 0 475,9G 0 part / └─sda3 8:3 0 953M 0 part [SWAP]
Cara membacanya: sda adalah disk pertama di komputer (berukuran sekitar 477 GB, kira-kira setara 500 GB versi pabrik), dan di dalamnya ada tiga partisi. Kolom MOUNTPOINTS menunjukkan partisi / — yaitu tempat sistem Ubuntu dan semua data Anda berada.
Perintah kedua, df -h (“disk free”), menunjukkan berapa ruang yang sudah terpakai dan berapa yang tersisa di tiap partisi:
Filesystem Size Used Avail Use% Mounted on /dev/sda2 468G 25G 419G 6% /
Perhatikan kolom Avail (ruang yang masih tersedia) dan Use% (persentase yang terpakai). Jika angka Use% pada partisi / sudah di atas 85–90%, itu tanda Anda perlu bersih-bersih file lama atau mempertimbangkan menambah kapasitas penyimpanan sebelum komputer mulai melambat.
4. Cara Termudah Tanpa Terminal: Menu Settings > About
Kalau Anda masih “alergi” dengan layar hitam Terminal, Ubuntu punya cara grafis yang jauh lebih bersahabat. Ikuti langkah ini:
- Klik tombol Show Applications (ikon berisi titik-titik di dock sebelah kiri bawah) atau tekan tombol Super (tombol berlogo Windows di keyboard).
- Ketik “Settings”, lalu buka aplikasinya. Cara alternatif: klik menu sistem di pojok kanan atas layar, lalu pilih Settings.
- Di panel sebelah kiri jendela Settings, gulir ke bawah dan klik About.
Di halaman About, Anda akan melihat ringkasan spesifikasi: nama perangkat, besar memori (RAM), jenis prosesor, kartu grafis, kapasitas disk, nama dan versi Ubuntu, serta tipe OS (32-bit atau 64-bit). Informasinya memang tidak sedetail perintah Terminal, tetapi lebih dari cukup untuk kebutuhan sehari-hari — misalnya memastikan komputer kantor benar-benar memakai Ubuntu 64-bit sebelum Anda memasang aplikasi kasir.
5. Menampilkan Semuanya Sekaligus dengan neofetch atau lshw
Kalau Anda ingin ringkasan sistem yang tampil sekaligus dalam satu layar, cobalah neofetch. Program kecil ini menampilkan logo Ubuntu yang digambar dari karakter teks, berdampingan dengan info versi OS, kernel, lama komputer menyala (uptime), CPU, GPU, dan RAM.
Program neofetch biasanya belum terinstal, jadi pasang dulu lewat Terminal dengan perintah:
sudo apt update && sudo apt install neofetch
Ketik kata sandi Anda saat diminta. Setelah selesai, cukup ketik neofetch lalu tekan Enter. Hasilnya sangat cocok dijadikan tangkapan layar saat Anda meminta bantuan teknisi lewat WhatsApp, karena semua info penting sudah tampil dalam satu gambar tanpa perlu mengetik banyak perintah.
Alternatif yang lebih serius adalah lshw (“list hardware”). Jalankan perintah berikut:
sudo lshw -short
Perintah ini menampilkan daftar seluruh perangkat keras — mulai dari motherboard, memori, disk, kartu grafis, sampai adaptor jaringan — dalam format tabel yang rapi. Ia membutuhkan sudo (hak akses administrator) karena membaca informasi langsung dari perangkat keras. Gunakan lshw saat Anda butuh detail yang tidak muncul di neofetch, misalnya merek motherboard atau tipe keping RAM sebelum membeli RAM tambahan.
Kapan Informasi Ini Berguna?
Mengetahui spesifikasi bukan sekadar pengetahuan iseng. Berikut contoh nyata dalam keseharian usaha:
- Menambah RAM komputer kantor atau warnet — cek dulu kapasitas RAM yang terpasang lewat
free -h, supaya RAM baru yang dibeli jumlahnya pas dan tidak mubazir. - Memasang aplikasi kasir (POS) atau akuntansi — cocokkan syarat minimum di brosur aplikasi (misalnya RAM 4 GB dan prosesor 64-bit) dengan hasil
lscpudanfree -hsebelum membeli lisensinya. - Membeli laptop atau PC bekas — pastikan spesifikasi di iklan penjual sama dengan yang terbaca di menu Settings > About, supaya tidak tertipu.
- Meminta bantuan teknisi — kirim tangkapan layar
neofetchagar teknisi langsung paham kondisi komputer tanpa sesi tanya-jawab yang panjang.
Kesimpulan
Mengecek spesifikasi komputer di Ubuntu ternyata tidak serumit yang dibayangkan. Bagi pemula, mulailah dari menu Settings > About yang paling mudah, lalu beranikan diri mencoba lscpu, free -h, lsblk, dan df -h di Terminal — semuanya aman karena hanya membaca informasi. Setelah terbiasa, neofetch bisa menjadi andalan untuk menampilkan ringkasan sistem dalam sekejap. Dengan bekal lima cara ini, Anda tidak akan kebingungan lagi setiap kali ditanya “spesifikasi komputernya apa?” — entah oleh teknisi, penjual, maupun syarat instalasi sebuah aplikasi.