antond.net

0 %
Anton Darmawanto
Front-end Developer
Ui/UX Designer
  • Residence:
    Indonesia
  • City:
    Jakarta Selatan
  • Age:
    40
Indonesian
English
Jawa
html
CSS
Js
PHP
WordPress
Proxmox
Laravel
Linux server (ubuntu, debian, fedora)
Alibaba Cloud
  • Proxmox, Vm Ware
  • Stylus, Sass, Less
  • Gulp, Webpack, Grunt
  • GIT knowledge
0

No products in the cart.

Return To Shop

Cara Mengatasi Error 413 Request Entity Too Large di WordPress: Solusi Cepat Lewat cPanel, Nginx, dan .htaccess

02/11/2026

Pernahkah Anda mencoba mengunggah file tema premium, plugin builder berukuran besar, atau file media beresolusi tinggi ke dashboard WordPress, lalu tiba-tiba proses terhenti dan muncul pesan kesalahan bertuliskan 413 Request Entity Too Large?

Pesan error ini merupakan salah satu kendala paling sering yang dialami oleh pengelola website dan pelaku bisnis UMKM di Indonesia ketika sedang membangun situs dengan tema kustom. Banyak yang mengira file zip yang diunduh rusak atau korup, padahal penyebab sebenarnya adalah batas penerimaan data pada web server hosting yang masih diatur pada angka standar pabrik yang sangat kecil (sering kali hanya 2 MB).

Berikut adalah panduan lengkap dan teruji untuk mengatasi error 413 Request Entity Too Large di WordPress melalui cPanel, Nginx, maupun file konfigurasi sistem.

Pengaturan direktif batas unggah file pada konfigurasi cPanel
Pengaturan direktif batas unggah file pada konfigurasi cPanel

Mengapa Error 413 Bisa Muncul di WordPress?

Ketika Anda mengunggah file melalui halaman dashboard WordPress (pada menu Plugins > Add New atau Media Library), browser Anda mengirimkan paket data besar melalui metode HTTP POST menuju web server hosting Anda.

Sebelum data tersebut diproses oleh bahasa pemrograman PHP atau script WordPress, gerbang keamanan web server (seperti Nginx atau Apache) akan memeriksa ukuran payload data tersebut terlebih dahulu. Jika ukuran file yang Anda unggah — misalnya tema Elementor Pro atau template toko online sebesar 15 MB — melampaui batas maksimum yang diizinkan server, server akan langsung menolak koneksi dan memunculkan kode status HTTP 413 Request Entity Too Large.

Untuk memperbaikinya, kita harus menyelaraskan batas unggah di level web server dan konfigurasi PHP.

Solusi 1: Ubah MultiPHP INI Editor di cPanel Hosting

Jika website WordPress Anda berada di layanan shared hosting berbasis cPanel (seperti Niagahoster, Domosquare, Rumahweb, atau Hostinger):

  • Masuk ke dashboard cPanel hosting Anda.
  • Cari dan klik menu MultiPHP INI Editor di bagian Software.
  • Pilih nama domain website Anda pada menu dropdown.
  • Sesuaikan parameter konfigurasi berikut ke nilai yang lebih leluasa:
  • upload_max_filesize = Ubah menjadi 64M (atau 128M)
  • post_max_size = Ubah menjadi 64M (atau 128M)
  • memory_limit = Ubah menjadi 256M
  • max_execution_time = Ubah menjadi 300
  • Klik tombol Apply untuk menyimpan perubahan.

Pastikan nilai post_max_size selalu sama dengan atau lebih besar dari upload_max_filesize. Jika nilai post lebih kecil, unggahan file tetap akan gagal diproses.

Parameter KonfigurasiNilai Default HostingNilai RekomendasiFungsi Utama
upload_max_filesize2M – 8M64MBatas maksimum ukuran 1 file unggahan
post_max_size8M64MBatas maksimum data form HTTP POST
memory_limit128M256MBatas RAM memori skrip PHP
max_execution_time30300Durasi waktu eksekusi sebelum timeout (detik)
client_max_body_size (Nginx)1M64MBatas payload HTTP di web server Nginx
Penyesuaian konfigurasi web server untuk izin transfer berkas besar
Penyesuaian konfigurasi web server untuk izin transfer berkas besar

Solusi 2: Tambahkan Direktif di File .htaccess (Server Apache / LiteSpeed)

Jika paket hosting Anda tidak menyediakan akses ke menu MultiPHP INI Editor, Anda bisa menyuntikkan perintah konfigurasi langsung melalui file .htaccess di direktori utama website:

  • Buka cPanel File Manager dan masuk ke folder public_html.
  • Pastikan opsi tampilkan file tersembunyi (Show Hidden Files) aktif, lalu edit file .htaccess.
  • Tambahkan baris kode berikut di bagian paling atas file (sebelum tanda # BEGIN WordPress):
php_value upload_max_filesize 64M
php_value post_max_size 64M
php_value memory_limit 256M
php_value max_execution_time 300
php_value max_input_time 300
  • Simpan file dan coba unggah kembali file tema atau plugin Anda di WordPress.

Solusi 3: Perbaiki Konfigurasi Nginx di VPS Linux

Bagi Anda yang mengelola website WordPress di server VPS mandiri (seperti DigitalOcean, Alibaba Cloud, atau Linode) dengan web server Nginx, error 413 hampir selalu berasal dari direktif bawaan Nginx client_max_body_size yang secara standar bernilai 1 MB.

Untuk memperbaikinya lewat terminal SSH:

  • Buka file konfigurasi Nginx server blok situs Anda:
  • “`bash
  • sudo nano /etc/nginx/nginx.conf
  • “`
  • (Atau di file virtual host situs di /etc/nginx/sites-available/domain-anda.conf)
  • Di dalam blok http { ... } atau di dalam blok server { ... }, tambahkan baris berikut:
  • “`nginx
  • client_max_body_size 64M;
  • “`
  • Uji keabsahan sintaks konfigurasi Nginx:
  • “`bash
  • sudo nginx -t
  • “`
  • Jika output menunjukkan status sukses, muat ulang layanan Nginx:
  • “`bash
  • sudo systemctl reload nginx
  • “`

Solusi Darurat: Unggah Manual Lewat File Manager atau FTP

Jika Anda sedang terburu-buru dan belum sempat mengutak-atik konfigurasi server, ada solusi alternatif instan: 1. Ekstrak (unzip) file tema atau plugin di komputer Anda. 2. Buka File Manager cPanel, masuk ke folder public_html/wp-content/themes (untuk tema) atau public_html/wp-content/plugins (untuk plugin). 3. Unggah folder hasil ekstrak tersebut langsung ke direktori tersebut. 4. Buka dashboard WordPress Anda, tema atau plugin akan langsung terdeteksi dan tinggal klik tombol Activate.

Kesimpulan

Error 413 Request Entity Too Large di WordPress adalah masalah batas kapasitas upload yang sangat mudah diatasi. Dengan menaikkan batas upload_max_filesize di PHP dan client_max_body_size di Nginx menjadi 64 MB, seluruh proses pengelolaan konten, tema, dan plugin di website Anda akan berjalan lancar tanpa hambatan.

— Catatan editor: Referensi teknis: Dokumentasi resmi WordPress Core mengenai batas unggah file (Uploading Files), panduan konfigurasi Nginx Core Module (client_max_body_size), serta manual konfigurasi PHP Directive runtime. Disusun secara orisinal untuk pengguna hosting dan VPS di Indonesia.

Posted in WordPressTags: