antond.net

0 %
Anton Darmawanto
Front-end Developer
Ui/UX Designer
  • Residence:
    Indonesia
  • City:
    Jakarta Selatan
  • Age:
    40
Indonesian
English
Jawa
html
CSS
Js
PHP
WordPress
Proxmox
Laravel
Linux server (ubuntu, debian, fedora)
Alibaba Cloud
  • Proxmox, Vm Ware
  • Stylus, Sass, Less
  • Gulp, Webpack, Grunt
  • GIT knowledge
0

No products in the cart.

Return To Shop

Cara Mengatur Menu Navigasi di WordPress: 6 Langkah Biar Pengunjung Gampang Jelajah Website

30/10/2026

Pernahkah Anda membuka sebuah website, lalu bingung harus mengeklik apa? Tombolnya berantakan, halamannya sulit ditemukan, dan akhirnya Anda menutup website itu begitu saja. Nah, pengunjung website Anda pun bisa merasakan hal yang sama jika menu navigasinya tidak diatur dengan baik.

Menu navigasi adalah deretan tautan yang biasanya tampil di bagian atas website — misalnya Beranda, Produk, Tentang Kami, dan Kontak. Fungsinya sederhana: memandu pengunjung menemukan halaman yang mereka cari secepat mungkin. Di WordPress, menu ini bisa diatur sendiri tanpa perlu bisa coding, lewat halaman Tampilan > Menu.

Artikel ini memandu Anda langkah demi langkah mengatur menu navigasi di WordPress, dengan contoh untuk website UMKM dan toko online. Ikuti keenam langkah di bawah ini, dan Anda akan punya menu yang rapi dan mudah dijelajahi pengunjung.

1. Rencanakan Dulu Susunan Menu Sebelum Membuka Dashboard

Sebelum mengeklik apa pun di dashboard, luangkan waktu lima menit untuk merencanakan susunan menu di atas kertas atau di catatan ponsel. Menu yang bagus itu singkat: cukup lima sampai tujuh item utama. Terlalu banyak pilihan justru membuat pengunjung bingung dan tidak mengeklik apa pun.

Untuk website UMKM, susunan yang umum dipakai adalah: Beranda, Produk atau Layanan, Tentang Kami, Testimoni, Blog, dan Kontak. Untuk toko online, susunannya bisa berupa: Beranda, Katalog, Promo, Cara Order, Testimoni, dan Kontak. Item paling penting — biasanya Produk dan Kontak — jangan disembunyikan di ujung menu.

Prinsipnya, bayangkan diri Anda sebagai pembeli yang baru pertama kali mampir. Informasi apa yang paling ingin Anda temukan dalam sepuluh detik pertama? Jawaban itulah yang layak menjadi menu utama. Halaman pendukung seperti Syarat dan Ketentuan sebaiknya disimpan di menu footer, bukan memenuhi menu atas.

Contoh susunan menu toko online

Misalnya Anda menjual keripik pisang secara online. Menu utama Anda bisa berisi: Beranda, Katalog, Paket Reseller, Testimoni, dan Kontak. Halaman detail tiap varian rasa tidak perlu menjadi menu utama — cukup letakkan sebagai submenu di bawah Katalog. Dengan begitu, menu atas tetap ringkas, tetapi katalog produk tetap lengkap dan mudah dijelajahi.

2. Buat Menu Baru Lewat Tampilan > Menu

Setelah rencananya jelas, masuk ke dashboard WordPress, lalu arahkan kursor ke menu Tampilan di bilah sisi kiri dan klik Menu. Jika tema yang Anda pakai adalah tema blok modern, halaman Menu mungkin tidak muncul; sebagai gantinya, Anda akan diarahkan ke Tampilan > Editor dan mengatur menu lewat blok Navigasi. Prinsipnya sama, hanya tampilannya yang berbeda.

Di halaman Menu, ketikkan nama menu di kolom yang tersedia, misalnya “Menu Utama”, lalu klik tombol Buat Menu. Nama ini hanya terlihat oleh Anda di dashboard, bukan oleh pengunjung. Satu website boleh punya beberapa menu sekaligus — untuk header dan footer, misalnya — jadi pilih nama yang mudah Anda kenali.

Jika Anda sudah pernah membuat menu sebelumnya, pilih saja dari daftar drop-down di bagian atas halaman, lalu klik Pilih. Anda tidak perlu membuat menu baru setiap kali ingin mengubah isinya.

3. Tambahkan Halaman, Kategori, dan Tautan Kustom ke Menu

Di sisi kiri halaman Menu terdapat beberapa panel untuk menambahkan item: Halaman, Pos, Tautan Kustom, dan Kategori. Centang halaman yang ingin ditambahkan — misalnya Beranda, Tentang Kami, dan Kontak — lalu klik tombol Tambah ke Menu. Item-item itu akan muncul di kolom struktur menu di sebelah kanan.

Tidak semua yang Anda butuhkan berupa halaman. Untuk toko online, Anda mungkin ingin menambahkan tautan ke akun WhatsApp atau ke marketplace tempat Anda berjualan. Caranya, gunakan panel Tautan Kustom: tempel alamat URL-nya, tulis teks yang ingin ditampilkan, misalnya “Chat WhatsApp”, lalu klik Tambah ke Menu. Untuk toko yang memakai WooCommerce, kategori produk seperti “Keripik Pisang” atau “Paket Hampers” juga bisa ditambahkan lewat panel Kategori.

Satu hal yang sering terlewat: pastikan halaman yang Anda tambahkan memang sudah diterbitkan. Halaman yang masih berstatus draf bisa mengarahkan pengunjung ke halaman kosong, jadi periksa dulu semua halaman penting sebelum mengatur menu.

4. Susun Urutan dan Buat Submenu dengan Seret dan Letakkan

Inilah bagian yang paling menentukan kerapian menu Anda. Di kolom struktur menu, Anda bisa mengubah urutan item hanya dengan menyeretnya ke atas atau ke bawah. Letakkan item terpenting di urutan pertama setelah Beranda, dan akhiri dengan Kontak, karena banyak pengunjung mencari tombol kontak di ujung menu.

Untuk membuat submenu, seret sebuah item sedikit ke arah kanan hingga posisinya agak menjorok ke dalam di bawah item lain. Item yang menjorok itu akan menjadi submenu dan tampil sebagai daftar drop-down saat pengunjung mengarahkan kursor ke menu induknya. Misalnya, di bawah Katalog Anda bisa meletakkan submenu “Keripik Pisang Original”, “Keripik Pisang Cokelat”, dan “Paket Hampers”. Batasi hingga dua tingkat saja agar pengunjung tidak tersesat.

Setiap item menu juga bisa diklik untuk membuka pengaturannya. Di sana Anda dapat mengubah Label Navigasi, yaitu teks yang tampil di menu, tanpa mengubah judul halaman aslinya. Contohnya, halaman “Tentang Toko Kami dan Sejarah Berdirinya” bisa tampil dengan label singkat “Tentang Kami”. Anda juga bisa mengatur tautan WhatsApp atau marketplace agar dibuka di tab baru, supaya pengunjung tidak meninggalkan website Anda sepenuhnya.

5. Pasang Menu ke Lokasi yang Tepat di Tema Anda

Menu yang sudah disusun tidak akan tampil di website sebelum dipasang ke lokasi yang disediakan tema. Di bagian bawah halaman Menu, cari bagian Pengaturan Menu atau Lokasi Tema, lalu centang lokasi yang Anda inginkan — biasanya bernama “Menu Utama”, “Primary”, atau “Header”. Setelah itu, klik Simpan Menu. Jangan lupa langkah ini, karena banyak pemula mengira menu gagal dibuat, padahal sebenarnya hanya belum dipasang ke lokasinya.

Setiap tema menyediakan lokasi yang berbeda-beda, ada yang hanya punya satu lokasi header, ada pula yang menyediakan menu kecil di atas header atau menu footer. Jika ragu, pasang menu ke satu lokasi, simpan, lalu buka website Anda untuk melihat hasilnya, dan ulangi sampai menemukan kombinasi yang paling pas.

Untuk website toko online, praktik yang umum adalah: menu utama berisi halaman-halaman penting di header, sedangkan halaman pendukung seperti Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan dipasang pada menu footer. Pemisahan ini membuat header tetap bersih, sementara informasi legal tetap mudah ditemukan oleh pengunjung yang mencarinya.

6. Uji Menu di Komputer dan Ponsel, Lalu Rapikan Secara Berkala

Setelah menu tersimpan, buka website Anda dan klik setiap item menu satu per satu. Pastikan tidak ada tautan yang mengarah ke halaman kosong atau error 404. Cek juga tampilan di ponsel, karena sebagian besar pengunjung UMKM datang dari ponsel. Di layar kecil, menu biasanya berubah menjadi ikon garis tiga; pastikan submenu tetap bisa dibuka dan labelnya tidak terpotong.

Perhatikan pula kenyamanan menjelajah: bisakah pengunjung mencapai halaman produk hanya dengan dua klik dari beranda? Jika butuh lebih banyak klik, berarti ada submenu yang terlalu dalam atau halaman penting yang belum masuk menu utama. Sederhanakan lagi susunannya.

Terakhir, jadikan pengecekan menu sebagai rutinitas. Setiap kali Anda menambah halaman baru — misalnya promo Ramadan atau katalog musim baru — tentukan apakah halaman itu layak masuk menu utama, cukup menjadi submenu, atau tidak perlu masuk menu sama sekali. Menu yang dirapikan berkala akan selalu terasa segar, sementara menu yang dibiarkan bertahun-tahun akan menumpuk tautan usang.

Mengatur menu navigasi di WordPress ternyata tidak serumit yang dibayangkan. Dengan merencanakan susunan, membuat menu, menambahkan item, menyusun submenu, memasang ke lokasi tema, dan mengujinya di berbagai perangkat, website UMKM Anda sudah selangkah lebih maju. Pengunjung yang mudah menemukan produk dan tombol kontak akan lebih betah menjelajah, dan lebih besar kemungkinannya untuk menghubungi Anda atau menyelesaikan pembelian.

Posted in Tips & TrikTags: