antond.net

0 %
Anton Darmawanto
Front-end Developer
Ui/UX Designer
  • Residence:
    Indonesia
  • City:
    Jakarta Selatan
  • Age:
    40
Indonesian
English
Jawa
html
CSS
Js
PHP
WordPress
Proxmox
Laravel
Linux server (ubuntu, debian, fedora)
Alibaba Cloud
  • Proxmox, Vm Ware
  • Stylus, Sass, Less
  • Gulp, Webpack, Grunt
  • GIT knowledge
0

No products in the cart.

Return To Shop

Cara Melihat Proses yang Berjalan di Linux: 5 Perintah ps, top, dan htop untuk Pemula

28/10/2026

Pernahkah laptop Ubuntu Anda tiba-tiba terasa berat, kipas berputar kencang, padahal hanya membuka peramban dan aplikasi kasir? Atau sebuah program di komputer toko tampak diam, tetapi Anda tidak tahu apakah program itu masih berjalan? Dalam situasi seperti ini, langkah pertama yang paling masuk akal bukan langsung mematikan komputer, melainkan memeriksa dulu apa saja yang sedang bekerja di balik layar.

Di Linux, setiap program yang berjalan disebut proses: peramban, aplikasi pengolah kata, layanan pencetak struk, hingga komponen sistem yang tidak terlihat. Kabar baiknya, Anda tidak perlu memasang aplikasi tambahan yang rumit untuk mengintip daftar itu — terminal Linux sudah menyediakan beberapa perintah bawaan yang mudah dipelajari, bahkan untuk pemula.

Artikel ini membahas lima perintah yang paling sering dipakai: ps, top, htop, pstree, dan pgrep. Masing-masing punya keunggulan sendiri: ada yang cocok untuk potret sesaat, ada yang cocok untuk pantauan langsung, dan ada yang cocok untuk mencari satu program tertentu. Setelah membaca panduan ini, Anda bisa menjawab sendiri pertanyaan sederhana namun penting: program apa yang sedang memakan CPU dan memori komputer saya?

1. ps: Memotret Daftar Proses dalam Sekejap

Perintah ps adalah titik awal yang paling aman untuk pemula. Berbeda dengan alat pantau yang terus bergerak, ps hanya menampilkan satu potret pada saat perintah dijalankan, sehingga Anda bisa membacanya dengan tenang, baris demi baris.

Jika Anda mengetik ps saja, yang tampil hanyalah proses dari terminal yang sedang Anda pakai. Itu sebabnya pemula sering mengira hasilnya terlalu sedikit. Untuk melihat seluruh proses di sistem, gunakan variasi yang paling populer berikut ini:

ps aux

Pada tampilan ini, perhatikan beberapa kolom penting. Kolom USER menunjukkan pemilik proses, kolom PID adalah nomor identitas unik setiap proses, kolom %CPU menunjukkan seberapa besar prosesor yang dipakai, sedangkan kolom %MEM menunjukkan porsi memori yang dipakai. Kolom terakhir, COMMAND, memberi tahu nama program atau perintah yang menjalankan proses tersebut.

Contoh konkretnya: laptop kasir di warung Anda melambat setelah membuka banyak tab peramban. Jalankan ps aux, lalu cari nama peramban pada kolom COMMAND. Jika angka pada kolom %CPU atau %MEM jauh lebih besar dibanding proses lain, di situlah kemungkinan sumber masalahnya. Anda juga bisa mengurutkan hasil berdasarkan prosesor dengan ps aux --sort=-%cpu | head -10 untuk melihat sepuluh proses teratas.

Variasi lain yang berguna adalah ps -ef, yang menampilkan kolom induk proses atau PPID, sehingga Anda tahu proses mana yang melahirkan proses lain.

2. top: Memantau Proses Secara Langsung

Jika ps adalah foto, maka top adalah siaran langsung. Perintah ini sudah tersedia di hampir semua distro Linux, dan tampilannya diperbarui setiap beberapa detik. Karena itu, top sangat cocok ketika Anda ingin melihat perubahan beban komputer dari waktu ke waktu.

Cukup ketik top di terminal, lalu tekan q untuk keluar. Di bagian atas layar, Anda akan melihat ringkasan sistem: berapa lama komputer menyala, berapa beban rata-rata sistem, serta total pemakaian prosesor dan memori. Di bawahnya terdapat daftar proses yang terus bergerak, dengan proses paling aktif biasanya berada di posisi atas.

Untuk membacanya, fokuslah pada tiga hal: baris prosesor (perhatikan waktu menganggur — jika sangat kecil dalam waktu lama, prosesor sedang bekerja keras), baris memori, dan kolom %CPU serta %MEM pada daftar proses.

Di dalam top, tekan Shift + P untuk mengurutkan berdasarkan prosesor dan Shift + M berdasarkan memori. Kembali ke contoh laptop yang berat: jalankan top, tekan Shift + M, lalu perhatikan proses di baris teratas selama beberapa menit — di situlah tersangka utamanya.

3. htop: Versi top yang Lebih Nyaman Dibaca

Banyak pemula merasa tampilan top agak kaku dan sulit dijelajahi dengan tetikus. Di sinilah htop menjadi favorit. Tampilannya berwarna, memakai batang untuk menggambarkan pemakaian prosesor dan memori, dan bisa digerakkan dengan tombol panah maupun klik tetikus.

Berbeda dengan top, htop tidak selalu terpasang secara bawaan. Di Ubuntu dan distro berbasis Debian, Anda bisa memasangnya dengan perintah sudo apt install htop. Setelah terpasang, jalankan dengan mengetik htop, dan tekan q atau F10 untuk keluar.

Bagian atas htop menampilkan batang untuk setiap inti prosesor, plus baris memori dan swap. Swap adalah ruang cadangan di penyimpanan yang dipakai ketika memori fisik hampir habis, sehingga pemakaian swap yang besar bisa menjadi tanda komputer kekurangan memori. Di bawahnya ada daftar proses dengan kolom PID, pemilik, pemakaian prosesor, pemakaian memori, dan nama perintah.

Keunggulan lain htop adalah kemudahan pencariannya: tekan F3 atau tombol garis miring untuk mencari nama program, F6 untuk memilih kolom pengurutan, dan P atau M untuk mengurutkan berdasarkan prosesor atau memori. Saat aplikasi kasir terasa lambat di tengah antrean pelanggan, cukup buka htop, urutkan berdasarkan memori, dan lihat proses yang angkanya melonjak tidak wajar.

4. pstree: Melihat Hubungan Antar-Proses Seperti Pohon Keluarga

Kadang daftar proses yang datar terasa membingungkan, karena satu aplikasi bisa memunculkan banyak proses anak. Perintah pstree menyelesaikan masalah ini dengan menampilkan proses dalam bentuk pohon, dari proses pertama di sistem hingga cabang-cabangnya.

Jalankan saja pstree di terminal. Di puncak pohon biasanya terdapat proses sistem utama, lalu di bawahnya bercabang layanan dan aplikasi dari proses tersebut — tampilan ini langsung menjawab: proses ini milik siapa, dan siapa induknya?

Jika tampilannya terlalu ringkas karena cabang yang sama digabung, tambahkan opsi pstree -p untuk menampilkan nomor PID di samping setiap nama proses. Opsi pstree -a menampilkan perintah lengkap yang dipakai untuk menjalankan setiap proses, sehingga Anda bisa membedakan dua proses dengan nama yang sama tetapi tugas yang berbeda.

Contoh di toko: Anda membuka satu aplikasi kasir, tetapi muncul beberapa entri serupa di daftar proses. Dengan pstree -p, Anda bisa melihat bahwa entri-entri itu berasal dari satu induk yang sama, bukan banyak aplikasi berbeda — jadi Anda tidak keliru mengira komputer disusupi banyak program asing.

5. pgrep: Mencari Satu Proses Tanpa Daftar Panjang

Perintah terakhir ini adalah jalan pintas. Jika Anda sudah tahu nama program yang dicari, tidak perlu menggulir daftar ratusan proses. Perintah pgrep langsung mengembalikan nomor PID dari proses yang cocok dengan nama tersebut.

Misalnya, untuk memeriksa apakah layanan server web berjalan, ketik pgrep -l nginx. Opsi -l membuat hasilnya menampilkan nama proses di samping nomornya, sehingga lebih mudah dibaca. Jika tidak ada hasil sama sekali, artinya tidak ada proses dengan nama itu yang sedang berjalan.

Untuk pencarian yang lebih teliti, gunakan pgrep -f firefox untuk mencocokkan seluruh baris perintah, bukan hanya nama programnya — berguna untuk program yang dijalankan dengan argumen khusus. Sementara itu, pgrep -c ssh hanya menghitung berapa banyak proses yang cocok, cocok untuk pengecekan cepat di skrip sederhana.

Kelebihan pgrep dibanding cara lama seperti menggabungkan ps dengan pencarian teks adalah hasilnya lebih bersih, karena perintah pencariannya sendiri tidak ikut muncul sebagai hasil.

Kesimpulan

Memahami proses yang berjalan di Linux tidak harus dimulai dari teori yang berat. Mulailah dari ps aux untuk melihat potret sistem, lanjutkan ke top atau htop saat Anda ingin memantau beban secara langsung, gunakan pstree untuk melihat hubungan antar-proses, dan andalkan pgrep saat Anda hanya perlu menemukan satu program tertentu.

Kebiasaan kecil ini sangat membantu pemilik UMKM: sebelum panik karena laptop melambat, periksa dulu siapa pemakai CPU dan memori terbesar. Dengan data itu, Anda bisa memutuskan dengan tenang — cukup menutup beberapa tab peramban, menutup aplikasi yang tidak dipakai, atau memeriksa lebih lanjut ke teknisi. Cobalah kelima perintah ini di terminal Ubuntu Anda hari ini.

Posted in Tips & TrikTags: