antond.net

0 %
Anton Darmawanto
Front-end Developer
Ui/UX Designer
  • Residence:
    Indonesia
  • City:
    Jakarta Selatan
  • Age:
    40
Indonesian
English
Jawa
html
CSS
Js
PHP
WordPress
Proxmox
Laravel
Linux server (ubuntu, debian, fedora)
Alibaba Cloud
  • Proxmox, Vm Ware
  • Stylus, Sass, Less
  • Gulp, Webpack, Grunt
  • GIT knowledge
0

No products in the cart.

Return To Shop

Cara Cek Disk Penuh di Ubuntu: 6 Perintah df, du, dan ncdu untuk Pemula

24/10/2026

Pernah mengalami laptop Ubuntu yang tiba-tiba terasa sangat lemot? Aplikasi gagal dibuka, update sistem macet, file tidak bisa disimpan, lalu muncul pesan menyeramkan: No space left on device. Tenang, Anda tidak sendirian. Masalah ini hampir selalu disebabkan oleh satu hal yang sama: ruang penyimpanan penuh.

Kabar baiknya, di Ubuntu Anda tidak perlu menebak-nebak apa yang memenuhi disk. Linux sudah dibekali perintah sederhana untuk mengecek kondisi disk sekaligus membersihkannya dengan aman. Artikel ini memandu Anda langkah demi langkah, dari mengecek disk dengan df -h, melacak folder terbesar dengan du dan ncdu, sampai membuang file sampah sistem secara aman.

1. df -h: Lihat Sekilas Seberapa Penuh Disk Anda

Langkah pertama dan paling penting adalah df -h. Perintah df (singkatan disk free) menampilkan kapasitas setiap partisi yang terpasang. Opsi -h (human-readable) membuat angkanya mudah dibaca, dalam satuan G untuk gigabyte dan M untuk megabyte.

Contoh hasilnya:

Filesystem  Size  Used Avail Use% Mounted on

/dev/sda1    50G  47G  1,5G  97%  /

Perhatikan kolom Use%: inilah persentase disk yang sudah terpakai. Jika angkanya 90% ke atas, sistem sudah mendekati penuh dan perlu segera dibersihkan. Fokuskan pada baris yang Mounted on-nya bertuliskan /, karena itulah partisi utama tempat sistem operasi dan sebagian besar file Anda tinggal.

Misalnya, laptop kerja dengan SSD 50 GB yang Use%-nya 97% hanya menyisakan 1,5 GB ruang bebas — wajar jika semuanya melambat. Setelah tahu seberapa penuh disk, saatnya mencari tahu siapa pelakunya.

2. du -sh: Lacak Folder Mana yang Paling Rakus Ruang

Kalau df memberi tahu seberapa penuh disk, maka du (disk usage) menjawab siapa yang menghabiskan ruang itu. Kombinasi du -sh paling sering dipakai: -s untuk ringkasan total dan -h agar angkanya mudah dibaca.

Coba cek ukuran folder pribadi Anda dengan perintah ini:

du -sh ~

Tanda ~ otomatis mengarah ke folder home Anda, hasilnya satu angka misalnya 32G /home/anton. Untuk menggali lebih dalam, tampilkan ukuran setiap subfolder di dalam home, diurutkan dari yang terbesar:

du -h --max-depth=1 ~ | sort -hr

Sering kali pelakunya adalah folder Downloads yang penuh file ISO, video, atau arsip ZIP yang terlupakan. Dengan cara ini Anda tahu tepat folder mana yang perlu dibersihkan.

3. ncdu: Jelajahi Isi Disk Secara Interaktif di Terminal

Kalau keluaran du terasa kaku, gunakan ncdu: versi interaktif yang dijelajahi dengan tombol panah keyboard. Ia menampilkan daftar folder dari yang terbesar ke terkecil; tekan Enter untuk masuk ke folder, panah kiri untuk kembali.

Alat ini biasanya belum terpasang, jadi pasang dulu:

sudo apt install ncdu

Lalu pindai seluruh sistem:

sudo ncdu /

Pemindaian butuh beberapa saat. Setelah daftar muncul, tekan huruf d untuk menghapus file atau folder yang dipilih (alat akan meminta konfirmasi dulu). Tips: tambahkan opsi -x seperti sudo ncdu -x / agar pemindaian tidak merambah partisi lain. ncdu juga ideal untuk server kecil yang dikelola lewat SSH karena berjalan penuh di terminal.

4. sudo apt autoremove: Buang Paket dan Kernel Lama

Setiap Ubuntu memperbarui aplikasi, paket pendukung versi lama kadang tertinggal menjadi yatim piatu: tidak dipakai aplikasi mana pun, tapi tetap memakan ruang. Termasuk kernel Linux versi lama yang menumpuk setiap pembaruan besar. Perintah apt autoremove membuang paket-paket yang sudah tidak dibutuhkan itu.

Perintah amannya:

sudo apt autoremove --purge

Tambahan --purge memastikan file konfigurasi sisa ikut terhapus. Perintah ini aman karena Ubuntu menjaga kernel yang sedang aktif agar tidak ikut terbuang. Sebagai kebiasaan baik, cek kernel yang sedang berjalan dengan uname -r dan pastikan versi itu tidak ikut terhapus. Pada sistem yang lama tidak dibersihkan, perintah ini bisa membebaskan beberapa gigabyte sekaligus.

5. sudo apt clean: Kosongkan Gudang Berkas Instalasi

Setiap memasang atau memperbarui aplikasi lewat apt, Ubuntu menyimpan salinan berkas instalasinya di /var/cache/apt/archives sebagai cadangan. Lama-kelamaan tumpukannya bisa mencapai ratusan megabyte hingga gigabyte.

Intip dulu ukurannya:

du -sh /var/cache/apt/archives

Kalau angkanya besar, kosongkan dengan perintah yang sangat aman ini:

sudo apt clean

Perintah ini hanya menghapus berkas instalasi yang sudah diunduh, bukan aplikasi yang terpasang, jadi semua program tetap berfungsi normal. Ada juga sudo apt autoclean yang hanya menghapus berkas versi lama. Ini cara tercepat menambah ruang bebas tanpa risiko apa pun.

6. journalctl –vacuum: Pangkas Log Sistem yang Membengkak

Ubuntu modern mencatat aktivitas sistem ke jurnal yang dikelola systemd. Pada komputer yang jarang dimatikan, seperti server kasir toko yang menyala 24 jam, catatan ini bisa membengkak hingga bergigabyte-gigabyte. Untungnya jurnal bisa dipangkas dengan perintah resmi, tanpa menghapus file log secara manual.

Pertama, lihat seberapa besar jurnal Anda:

journalctl --disk-usage

Jika angkanya mengejutkan, pangkas agar hanya menyimpan catatan dua minggu terakhir:

sudo journalctl --vacuum-time=2weeks

Atau batasi ukurannya maksimal 500 megabyte:

sudo journalctl --vacuum-size=500M

Kedua perintah ini aman karena hanya menghapus catatan lama, bukan log yang sedang ditulis sistem. Hindari menghapus file di /var/log secara manual, karena file yang sedang dipakai sistem bisa bermasalah jika dihapus paksa.

Bonus: Bereskan Versi Lama Snap

Di Ubuntu desktop modern, banyak aplikasi terpasang sebagai paket snap yang menyimpan beberapa versi lama sebagai cadangan, masing-masing bisa ratusan megabyte. Tampilkan versi yang sudah tidak aktif dengan:

snap list --all | awk '/disabled/{print $1, $3}'

Baris yang muncul berstatus disabled dan aman dibuang. Hapus dengan perintah berikut, ganti nama dan nomor revisi sesuai hasil di atas:

sudo snap remove namasnap --revision=123

Versi yang sedang dipakai tidak muncul di daftar, jadi Anda tidak akan salah menghapus aplikasi yang aktif.

Yang Aman dan yang Berbahaya untuk Dihapus

Sebelum semangat bersih-bersih, kenali batasannya:

Aman untuk dibersihkan:

  • Cache paket (sudo apt clean) dan paket tak terpakai (sudo apt autoremove).
  • Log lama dengan journalctl --vacuum-time atau --vacuum-size.
  • Isi folder Downloads milik Anda sendiri yang sudah tidak dibutuhkan.
  • Tempat sampah (Trash) dan cache aplikasi di ~/.cache.
  • Versi snap berstatus disabled.

Jangan pernah dihapus sembarangan:

  • Jangan menjalankan rm -rf di folder sistem seperti /usr, /etc, /boot, atau /var kecuali Anda paham betul isinya.
  • Jangan menghapus kernel Linux yang sedang aktif (cek dengan uname -r).
  • Jangan menghapus file yang tidak Anda kenali hanya karena ukurannya besar. Cari tahu dulu fungsinya lewat ncdu atau tanyakan di forum.

Aturan emasnya: kalau ragu, jangan dihapus. Untuk file pribadi yang penting, cadangkan (backup) ke flashdisk atau cloud sebelum bersih-bersih dalam jumlah besar.

Contoh Skenario Nyata

Laptop kerja Ubuntu dengan SSD 50 GB menunjukkan Use% 96% di df -h. Setelah menjalankan du -h --max-depth=1 ~ | sort -hr, ternyata folder Downloads berukuran 12 GB berisi file ISO dan video lama. Setelah menghapus yang tidak perlu dan mengosongkan Trash, Use% turun ke 70%.

Contoh lain: server kecil milik UMKM untuk aplikasi kasir menyala berbulan-bulan, lalu aplikasinya error karena tak bisa menulis data. Ternyata journalctl --disk-usage menunjukkan jurnal 4 GB. Satu perintah sudo journalctl --vacuum-size=500M langsung mengembalikan ruang dan aplikasi normal kembali.

Kesimpulan

Disk penuh di Ubuntu bukan vonis mati untuk laptop atau server Anda. Dengan enam perintah ini Anda bisa mendiagnosis dan membersihkannya sendiri: df -h melihat kondisi disk, du -sh dan ncdu melacak folder terbesar, sudo apt autoremove dan sudo apt clean membuang paket dan cache tak terpakai, serta journalctl --vacuum memangkas log yang membengkak.

Jadikan kebiasaan mengecek disk sebulan sekali, terutama sebelum pembaruan sistem besar. Dengan perawatan rutin yang sederhana ini, Ubuntu Anda tetap lega, cepat, dan jauh dari pesan No space left on device.

Posted in Tips & TrikTags: