7 Aplikasi Wajib Setelah Install Ubuntu untuk Pemula
Selamat! Kamu baru saja menginstall Ubuntu. Tapi kalau dibuka, tampilannya masih "kosong" — belum ada aplikasi perkantoran, pemutar media, atau alat bantu kerja yang biasa kamu pakai di Windows. Jangan khawatir, ini normal. Ubuntu memang datang minimalis, dan kamu bebas mengisinya sesuai kebutuhan.
Artikel ini membahas 7 aplikasi wajib setelah install Ubuntu untuk pemula. Semua gratis, mudah diinstall lewat Ubuntu Software atau terminal, dan dipilih karena paling sering dibutuhkan pengguna baru yang pindah dari Windows.
1. VLC Media Player: Pemutar Semua Format Video
Aplikasi pemutar video bawaan Ubuntu (Totem) kadang tidak bisa membuka format tertentu karena keterbatasan codec. VLC adalah solusinya — ia bisa memutar hampir semua format video dan audio tanpa perlu install codec tambahan.
Cara install lewat terminal, buka terminal dengan Ctrl + Alt + T, lalu ketik:
sudo apt install vlc -y
Masukkan password, tekan Enter, tunggu sampai selesai. Setelah itu, VLC bisa dibuka dari daftar aplikasi. Coba putar video yang sebelumnya tidak bisa dibuka — kemungkinan besar sekarang lancar.
VLC juga punya fitur berguna lain: bisa memutar streaming dari internet, merekam layar, dan mengubah format video. Untuk pemula, fungsi utamanya cukup: putar video apa saja tanpa drama.
Tips tambahan: kalau subtitle video tidak muncul otomatis, buka menu Subtitle > Add Subtitle File lalu pilih file .srt yang kamu punya. Kamu juga bisa mengatur kecepatan putar dengan tombol [ dan ] — berguna saat menonton tutorial yang terlalu cepat atau terlalu lambat.
2. Google Chrome: Browser dengan Sinkronisasi Akun
Firefox adalah browser bawaan Ubuntu dan sebenarnya sudah bagus. Tapi kalau kamu terbiasa memakai Chrome di Windows atau HP Android — dengan bookmark, password, dan riwayat yang tersinkron — lebih praktis install Chrome juga di Ubuntu.
Karena Chrome bukan aplikasi open source, ia tidak ada di repositori Ubuntu. Cara installnya: buka Firefox, kunjungi situs resmi Google Chrome, unduh file .deb untuk Ubuntu/Debian. Setelah selesai diunduh, klik dua kali file tersebut — Ubuntu Software akan terbuka dan menawarkan tombol Install.
Setelah terinstall, buka Chrome dan login dengan akun Google-mu. Semua bookmark, ekstensi, dan password akan tersinkron otomatis seperti di perangkat lain. Kamu tidak perlu memindahkan apa pun secara manual.
Perlu diingat: Chrome di Linux tidak mendukung beberapa fitur seperti Widevine DRM versi lama untuk Netflix — tapi untuk versi terbaru umumnya sudah berfungsi normal. Kalau kamu hanya butuh browsing, membaca artikel, dan mengelola toko online, Chrome di Ubuntu akan terasa persis seperti di Windows.
3. LibreOffice: Pengganti Microsoft Office Gratis
LibreOffice biasanya sudah terinstall bawaan di Ubuntu. Tapi kalau versimu tidak lengkap atau kamu menghapusnya tidak sengaja, aplikasi ini wajib dipasang kembali — ia adalah pengganti Microsoft Office yang gratis.
LibreOffice terdiri dari Writer (pengganti Word), Calc (pengganti Excel), dan Impress (pengganti PowerPoint). Semuanya bisa membuka dan menyimpan file format Microsoft (.docx, .xlsx, .pptx), jadi kamu tetap bisa bertukar dokumen dengan pengguna Windows.
Untuk install atau memastikan versinya terbaru:
sudo apt install libreoffice -y
Tips untuk pemula: saat menyimpan dokumen yang akan dibuka di Microsoft Office, pilih format .docx (bukan .odt bawaan LibreOffice) agar tampilannya tidak berantakan di komputer penerima.
Kamu juga bisa mengatur agar LibreOffice selalu menyimpan dalam format Microsoft secara default: buka Tools > Options > Load/Save > General, lalu ubah Default File Format untuk dokumen teks menjadi "Word 2007-365". Dengan begitu kamu tidak perlu mengingat-ingat setiap kali menyimpan.
4. GIMP: Editor Foto Pengganti Photoshop
Butuh mengedit foto produk untuk toko online atau membuat thumbnail? GIMP adalah editor foto gratis yang kemampuannya mendekati Photoshop untuk kebutuhan sehari-hari: crop, resize, atur kecerahan, hapus background sederhana, sampai tambah teks.
Install lewat terminal:
sudo apt install gimp -y
Tampilannya memang tidak semodern aplikasi berbayar, tapi semua fungsi dasar ada. Untuk kebutuhan UMKM seperti mengedit foto produk, membuat banner sederhana, atau menggabungkan gambar — GIMP lebih dari cukup.
Kalau kamu butuh sesuatu yang lebih ringan untuk edit cepat, pertimbangkan juga Pinta (mirip Paint.NET di Windows) yang lebih sederhana untuk pemula.
Satu hal yang perlu dibiasakan: shortcut keyboard GIMP sedikit berbeda dari Photoshop. Misalnya untuk memperbesar tampilan, gunakan + dan – pada keyboard. Butuh waktu beberapa hari untuk terbiasa, tapi setelah itu alur kerjanya akan terasa natural.
5. Timeshift: Asuransi Sistem Sebelum Bereksperimen
Sebagai pemula, kamu pasti akan banyak bereksperimen: install ini-itu, ubah pengaturan, ikuti tutorial dari internet. Kadang eksperimen berakhir dengan sistem error. Timeshift adalah penyelamatnya — ia membuat "titik pemulihan" sistem seperti System Restore di Windows.
Install Timeshift:
sudo apt install timeshift -y
Buka Timeshift, pilih tipe RSYNC, pilih lokasi penyimpanan snapshot (sebaiknya di partisi atau hard disk berbeda), lalu klik Create untuk membuat snapshot pertama. Prosesnya memakan waktu beberapa menit untuk snapshot awal.
Mulai sekarang, setiap kali kamu mau mencoba sesuatu yang berisiko — install driver baru, ubah konfigurasi sistem — buat snapshot dulu. Kalau terjadi error, kamu bisa kembali ke kondisi sebelumnya dalam hitungan menit. Ini adalah aplikasi yang akan menyelamatkanmu suatu hari nanti.
Untuk mengembalikan sistem, buka Timeshift, pilih snapshot yang ingin dipakai, klik Restore, lalu ikuti panduannya. Komputer akan restart dan kembali seperti saat snapshot dibuat. File pribadimu di folder Home tidak ikut berubah — Timeshift hanya memulihkan file sistem, jadi dokumenmu aman.
6. Stacer: Pembersih dan Monitor Sistem
Ubuntu tidak punya "Task Manager" semenarik Windows, dan membersihkan file sampah butuh beberapa perintah terminal. Stacer menggabungkan keduanya dalam tampilan grafis yang cantik: monitor CPU/RAM, pembersih cache, dan pengelola aplikasi startup.
Cara install Stacer sedikit berbeda karena tidak ada di repositori bawaan:
sudo add-apt-repository ppa:oguzhaninan/stacer -y
sudo apt update
sudo apt install stacer -y
Buka Stacer, dan kamu akan melihat dashboard berisi grafik pemakaian CPU, memori, dan penyimpanan secara real-time. Buka tab System Cleaner untuk menghapus cache aplikasi, log, dan file sampah dengan sekali klik. Buka tab Startup Apps untuk mematikan aplikasi yang berjalan otomatis saat komputer dinyalakan — ini bikin booting lebih cepat.
Stacer adalah aplikasi yang membuat Ubuntu terasa lebih "ramah" bagi pengguna yang terbiasa dengan utilitas sistem di Windows.
Perhatian: gunakan fitur pembersih dengan bijak. Jangan centang opsi yang tidak kamu pahami, terutama yang berkaitan dengan package cache sistem. Untuk pemakaian normal, cukup bersihkan Application Caches dan Application Logs — dua kategori yang aman dan paling banyak menghasilkan ruang kosong.
7. Visual Studio Code: Editor untuk Belajar Ngoding
Bahkan kalau kamu belum bisa programming, Visual Studio Code (VS Code) layak diinstall. Ia adalah text editor modern yang berguna untuk mengedit file konfigurasi, menulis catatan dalam format Markdown, sampai belajar coding HTML/CSS/PHP nanti.
Cara termudah install lewat Ubuntu Software: buka Ubuntu Software, cari "Visual Studio Code", klik Install. Atau lewat terminal dengan snap:
sudo snap install code --classic
VS Code punya ribuan ekstensi gratis. Untuk pemula, cukup install ekstensi Indonesian Language Pack kalau ingin tampilan Bahasa Indonesia, dan ekstensi sesuai bahasa yang ingin dipelajari nanti (misalnya PHP atau Python).
Dibanding text editor bawaan (Gedit), VS Code jauh lebih nyaman: ada pewarnaan sintaks, pencarian canggih, dan tampilan yang bisa dikustomisasi. Sekali terbiasa, kamu tidak akan kembali ke editor biasa.
Fungsi tersembunyi yang berguna untuk non-programmer: VS Code bisa membuka folder berisi banyak file teks sekaligus dan mencari kata di seluruh file dalam sekejap dengan Ctrl + Shift + F. Berguna misalnya saat kamu perlu mencari pengaturan tertentu di banyak file konfigurasi.
Kesimpulan
Tujuh aplikasi di atas mencakup kebutuhan dasar pengguna baru Ubuntu: memutar media, browsing, kerja dokumen, edit foto, pengaman sistem, perawatan komputer, dan editor teks modern. Semuanya gratis dan bisa diinstall dalam waktu kurang dari satu jam.
Jangan terburu-buru menginstall puluhan aplikasi sekaligus. Mulai dari tujuh ini, pakai Ubuntu untuk aktivitas sehari-hari selama satu-dua minggu, baru tambahkan aplikasi lain sesuai kebutuhan yang muncul. Ubuntu yang ramping dan sesuai kebutuhan akan terasa jauh lebih cepat daripada sistem yang penuh aplikasi tak terpakai.