antond.net

0 %
Anton Darmawanto
Front-end Developer
Ui/UX Designer
  • Residence:
    Indonesia
  • City:
    Jakarta Selatan
  • Age:
    40
Indonesian
English
Jawa
html
CSS
Js
PHP
WordPress
Proxmox
Laravel
Linux server (ubuntu, debian, fedora)
Alibaba Cloud
  • Proxmox, Vm Ware
  • Stylus, Sass, Less
  • Gulp, Webpack, Grunt
  • GIT knowledge
0

No products in the cart.

Return To Shop

8 Cara Mempercepat Booting Windows 11 yang Lemot

15/10/2026

Kenapa Laptop Makin Lama Makin Lemot Saat Dinyalakan?

Pernah menyalakan laptop lalu ditinggal bikin kopi karena saking lamanya? Kamu tidak sendirian. Banyak pengguna Windows 11 mengeluh proses booting — yaitu waktu dari menekan tombol power sampai laptop siap dipakai — terasa makin lambat dari hari ke hari.

Kabar baiknya, booting yang lemot jarang berarti laptopmu rusak. Penyebab paling umum justru hal-hal sepele: terlalu banyak aplikasi yang ikut menyala otomatis, file sampah menumpuk, atau pengaturan bawaan Windows yang belum dioptimalkan. Semua itu bisa diperbaiki sendiri tanpa harus ke tukang servis.

Artikel ini membahas 8 cara mempercepat booting Windows 11 yang lemot, disusun dari yang paling mudah sampai yang butuh sedikit usaha. Ikuti satu per satu, dan rasakan bedanya.

1. Nonaktifkan Aplikasi Startup yang Tidak Perlu

Setiap kali Windows 11 dinyalakan, ada sejumlah aplikasi yang ikut berjalan otomatis di latar belakang. Semakin banyak aplikasi startup, semakin lama waktu booting. Di Task Manager tab Startup apps, nonaktifkan aplikasi berlabel High impact yang tidak perlu langsung berjalan seperti Spotify atau Discord — klik kanan lalu Disable. Biarkan aktif hanya antivirus.

2. Aktifkan Fitur Fast Startup

Buka Settings → System → Power & battery → Additional power settings → Choose what the power buttons do, klik Change settings that are currently unavailable, centang Turn on fast startup, lalu Save changes.

3. Bersihkan File Sampah dengan Storage Sense

Buka Settings → System → Storage, nyalakan Storage Sense dan atur jadwal pembersihan mingguan. Untuk pembersihan manual, jalankan Disk Cleanup dari Start Menu pada drive C:.

4. Update Windows dan Driver Secara Berkala

Buka Settings → Windows Update → Check for updates dan pasang semua pembaruan. Perbarui juga driver lewat Device Manager, terutama storage controller dan chipset.

5. Matikan Efek Visual yang Memberatkan

Cari “Adjust the appearance and performance of Windows” di Start Menu, pilih Adjust for best performance. Atau buka Settings → Accessibility → Visual effects dan matikan Animation effects serta Transparency effects.

6. Uninstall Program yang Tidak Pernah Dipakai

Buka Settings → Apps → Installed apps, urutkan berdasarkan ukuran, dan hapus aplikasi yang tidak dikenal. Jangan hapus program bernama “driver” atau “chipset”.

7. Pindai Virus dan Malware

Buka Settings → Privacy & security → Windows Security → Virus & threat protection → Scan options → Full scan. Jalankan sebulan sekali.

8. Pindahkan Windows ke SSD

Upgrade ke SSD minimal 256 GB adalah cara paling ampuh — booting bisa turun dari hitungan menit ke hitungan detik. Pastikan SSD selalu punya ruang kosong 15–20 persen.

Kesimpulan

Mulai dari langkah termudah: nonaktifkan aplikasi startup, aktifkan Fast Startup, dan bersihkan file sampah. Lakukan perawatan rutin sebulan sekali agar laptop tetap gesit.

Posted in Tips & Trik, WindowsTags: