antond.net

0 %
Anton Darmawanto
Front-end Developer
Ui/UX Designer
  • Residence:
    Indonesia
  • City:
    Jakarta Selatan
  • Age:
    40
Indonesian
English
Jawa
html
CSS
Js
PHP
WordPress
Proxmox
Laravel
Linux server (ubuntu, debian, fedora)
Alibaba Cloud
  • Proxmox, Vm Ware
  • Stylus, Sass, Less
  • Gulp, Webpack, Grunt
  • GIT knowledge
0

No products in the cart.

Return To Shop

Cara Install Ubuntu Dual Boot dengan Windows 11: Panduan Lengkap untuk Pemula

October 13, 2026

Kenapa Dual Boot? Nikmati Dua Dunia Sekaligus

Penasaran dengan Linux tapi tidak berani menghapus Windows? Dual boot adalah jawabannya. Dengan dual boot, kamu memasang Ubuntu berdampingan dengan Windows 11 dalam satu laptop. Setiap menyalakan komputer, kamu tinggal pilih mau masuk ke Windows atau Ubuntu.

Keuntungannya jelas: Windows tetap ada untuk aplikasi kantormu yang hanya jalan di Windows, sementara Ubuntu bisa kamu pakai untuk belajar terminal, ngoding, atau sekadar merasakan sistem yang ringan dan gratis. Kalau suatu hari tidak cocok, Ubuntu bisa dihapus tanpa mengganggu Windows. Panduan ini ditulis langkah demi langkah untuk pemula — tidak perlu pengalaman Linux sama sekali.

Persiapan: Yang Kamu Butuhkan Sebelum Mulai

Siapkan dulu hal-hal berikut. Jangan ada yang terlewat, karena installasi yang gagal biasanya berawal dari persiapan yang kurang.

1. Backup data penting. Walaupun prosesnya aman jika diikuti dengan benar, mengutak-atik partisi selalu punya risiko. Salin dokumen, foto, dan file penting ke hard disk eksternal atau cloud.

2. Flashdisk minimal 8 GB. Ini akan dijadikan USB installer Ubuntu. Isi flashdisk akan terhapus, jadi pindahkan dulu datanya.

3. Koneksi internet yang stabil. Untuk mengunduh file ISO Ubuntu (sekitar 5 GB).

4. Ruang kosong di SSD minimal 25–30 GB. Ubuntu butuh ruang sendiri. Kalau SSD-mu penuh, hapus dulu file yang tidak perlu.

5. Catat password akun Microsoft dan BitLocker (jika aktif). Beberapa laptop mengaktifkan enkripsi BitLocker — kamu mungkin membutuhkannya nanti.

Langkah 1: Unduh File ISO Ubuntu

  1. Buka situs resmi ubuntu.com/download/desktop dari browser Windows-mu.
  2. Unduh versi LTS (Long Term Support) terbaru — versi LTS didukung 5 tahun dan paling stabil untuk pemula.
  3. Tunggu unduhan selesai (file berekstensi .iso, sekitar 5 GB).

Tips: selalu unduh dari situs resmi Ubuntu. File ISO dari situs tidak resmi berisiko disusupi malware.

Langkah 2: Buat USB Bootable dengan Rufus

USB bootable adalah “kaset instalasi” Ubuntu dalam bentuk flashdisk.

  1. Unduh Rufus dari rufus.ie (gratis, portable, tidak perlu install).
  2. Colokkan flashdisk 8 GB ke laptop.
  3. Buka Rufus, pilih flashdisk-mu di kolom Device.
  4. Klik SELECT, pilih file ISO Ubuntu yang tadi diunduh.
  5. Biarkan pengaturan lain apa adanya (Partition scheme: GPT, Target system: UEFI — cocok untuk mayoritas laptop Windows 11).
  6. Klik START, tunggu sampai selesai (sekitar 10–20 menit).

Langkah 3: Siapkan Partisi Kosong dari Windows

Ubuntu butuh “kavling” sendiri di hard disk. Kita akan menyusutkan partisi Windows untuk memberi ruang.

  1. Di Windows, tekan Windows + X, pilih Disk Management.
  2. Klik kanan partisi C: → Shrink Volume.
  3. Masukkan jumlah ruang yang ingin dikosongkan — misalnya 30720 MB (30 GB) atau lebih jika SSD-mu lega.
  4. Klik Shrink. Akan muncul area Unallocated (hitam) — biarkan saja, jangan diformat. Ubuntu akan memakainya nanti.

Penting: jangan mengutak-atik partisi kecil bernama “EFI” atau “Recovery”. Itu partisi sistem Windows.

Langkah 4: Matikan Fast Startup dan Secure Boot (Jika Perlu)

Dua fitur Windows ini kadang mengganggu proses dual boot.

Matikan Fast Startup:

  1. Buka Control Panel > Power Options > Choose what the power buttons do.
  2. Klik Change settings that are currently unavailable.
  3. Hilangkan centang Turn on fast startup, lalu Save.

Tentang Secure Boot: Ubuntu versi modern umumnya sudah mendukung Secure Boot, jadi biasanya tidak perlu dimatikan. Kalau nanti installer Ubuntu menolak berjalan, barulah matikan sementara lewat pengaturan BIOS/UEFI.

Langkah 5: Boot dari Flashdisk dan Mulai Instalasi

  1. Colokkan USB installer, restart laptop.
  2. Masuk ke menu boot dengan menekan tombol khusus saat logo produsen muncul — umumnya F12 (Dell/Lenovo), F9 (HP), F8 (Asus), atau Esc.
  3. Pilih flashdisk-mu dari daftar, tekan Enter.
  4. Saat menu Ubuntu muncul, pilih Try or Install Ubuntu.
  5. Pilih bahasa, koneksi Wi-Fi, lalu pada pilihan instalasi pilih Install Ubuntu.
  6. Di bagian Installation type, pilih Install Ubuntu alongside Windows Boot Manager — ini pilihan otomatis yang aman untuk pemula.
  7. Atur pembagian ruang dengan menggeser slider jika mau (default-nya biasanya sudah pas).
  8. Isi nama, username, dan password. Klik Install Now, tunggu 15–30 menit.
  9. Restart saat diminta, cabut flashdisk ketika muncul pesan.

Langkah 6: Pilih OS Setiap Menyalakan Laptop

Setelah restart, kamu akan melihat menu GRUB — layar hitam berisi pilihan Ubuntu dan Windows Boot Manager. Gunakan tombol panah untuk memilih, tekan Enter. Ubuntu jadi pilihan default; kalau tidak disentuh 10 detik, ia akan boot sendiri.

Tips praktis:

  • Untuk pekerjaan kantormu yang butuh aplikasi Windows, pilih Windows.
  • Untuk belajar Linux, ngoding, atau browsing ringan, pilih Ubuntu — biasanya terasa lebih gesit.
  • Kamu bisa mengatur OS default dan waktu tunggu menu lewat aplikasi Grub Customizer di Ubuntu nanti.

Masalah Umum dan Solusinya

Tidak ada menu pilihan OS, langsung masuk Windows. Solusinya: masuk BIOS/UEFI, cari pengaturan Boot Order, pindahkan ubuntu ke urutan pertama di atas Windows Boot Manager.

Waktu (jam) di Windows jadi salah setelah buka Ubuntu. Perbaikannya cukup sekali: di Ubuntu, buka terminal dan ketik timedatectl set-local-rtc 1.

Wi-Fi tidak jalan di Ubuntu. Sambungkan kabel LAN atau tethering HP sementara, buka Software & Updates > Additional Drivers, pilih driver Wi-Fi yang disarankan, lalu restart.

Kesimpulan: Selamat, Kamu Punya Dua Sistem Operasi!

Dual boot adalah cara paling aman berkenalan dengan Linux. Kamu dapat semua keuntungan Ubuntu — gratis, ringan, aman — tanpa kehilangan kenyamanan Windows. Luangkan seminggu untuk memakai Ubuntu sebagai sistem harian: browsing, ngetik dokumen di LibreOffice, dan latihan perintah terminal dasar.

Kalau suatu hari kamu jatuh cinta dan ingin Ubuntu saja, atau sebaliknya ingin kembali ke Windows penuh, kedua arah itu bisa dilakukan. Yang penting, sekarang kamu punya pilihan setiap kali menekan tombol power.

Posted in computers, linux, Tips & TrikTags: